UKJ, Sebuah Komunitas Jepang di Kampus Biru

Foto: Dok. Pribadi

Pesatnya kemajuan teknologi tak lagi bisa dihindari. Pertukaran kebudayaan antar bangsa semakin mudah terjadi, banyak muncul komunitas-komunitas yang berfokus pada budaya sebuah negara tertentu. Unisba pun turut merasakan hal tersebut, Unit Kegiatan Jepang (UKJ) muncul sebagai wadah ekspresi mahasiswa yang tertarik dengan Kebudayaan Jepang.

Awalnya komunitas ini bernama Animeu, namun karena ingin fokus ke kebudayaan Jepang yang lain bukan cuma anime, maka nama pun diubah menjadi UKJ. Salah satu founder komunitas ini, Miftahul Ihsan mengatakan jika awal mulanya perkumpulan ini terbentuk dari sebuah grup sosial media. “Lalu, berkembang waktu di buka open recruitment (Oprec) yang berhasil mengumpulkan sampai 80 mahasiswa,” kisahnya mahasiswa Fakultas Tarbiyah itu.

Ihsan menjelaskan saat meet up pertama digelar, hanya sebatas pengurus yang datang untuk bertemu. Saat pertemuan kedua baru berkumpul bersama para anggota dan saling berkenalan, juga sedikit mengulas tentang Bahasa Jepang. “Untuk waktu pertemuan sendiri kita tentukan saat sedang ada kegiatan bersama. Jadi pertemuan yang digelar pada saat itu untuk menentukan jadwal selanjutnya juga,” ujarnya.

Muhammad Hilmi Fauzan salah seorang anggota UKJ, mengaku tertarik bergabung karena kesamaan ketertarikan. Tentang agenda UKJ sendiri ia sedikit membocorkan, akan diadakan kegiatan yang terkait dengan Kebudaya Jepang di Unisba. “Kita mengadakan event itu biar seluruh mahasiswa Unisba dan kampus lain tahu, kalau ada komunitas pencinta Jepang di sini,” ucap mahasiswa Teknik Industri 2015 itu.

Syifa Edyana, salah seorang mahasiswa memberi tanggapan tentang komunitas ini. Ia merasa adanya unit kegiatan baru di Unisba sangat bagus untuk menampung minat mahasiswa. ”Mahasiswa zaman sekarang banyak menyukai Budaya Jepang, semoga adanya komunitas ini bisa membawa nama baik Unisba dan kegiatannya yang dilakukannya positif,” tutupnya. (Puteri/SM)

Share Button