Piranti Lunak, Penghambat Pengoperasian Fasilitas Parkir

 Salah seorang pengguna parkir Unisba tengah melewati mesin karcis di Jalan Tamansari no. 1, Bandung, Kamis (20/10). Alat–alat pendukung teknis sudah siap sejak lama. Namun, dalam pengoprasiannya terhambat karena terkendala pada piranti lunak yang dirakit sendiri.

Suaramahasiswa.info, Unisba –  Diawal tahun 2016 Unisba telah memutuskan, untuk mengelola sendiri area parkir yang terletak di empat titik kawasan kampus. Selang berapa lama berbagai fasilitas pendukung pun telah dipasang diantaranya gerbang, mesin karcis, komputer, dan CCTV. Namun, hingga kini fasilitas tersebut masih belum dioprasikan. Saat ditanyakan kepada Kepala Pengelola Parkir Unisba Mulyadi, menjelaskan bahwa kendalanya pada piranti lunak.

Alat–alat pendukung teknis sudah siap sejak lama menurut Mulyadi. Namun, dalam pengoprasiannya terhambat karena terkendala pada piranti lunak yang dirakit sendiri. “Kalau mau beli dari pihak luar harganya mahal Kita terkendala. Jadi memutuskan untuk merakit sendiri softwarenya,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (20/10).

Mulyadi menambahkan bahwa pada Sabtu (22/10) besok, dijadwalkan akan mulai melakukan uji pada mesin-mesin pendukung parkir tersebut. Uji coba program ini, akan dilaksanakan di area parkir basement FK. Lalu, akan diteruskan merata di seluruh area parkir kendaraan roda dua di Unisba.

“Rencanya bagi mahasiswa yang akan memarkirkan kendaraan di area Unisba, akan didata nomor kendaraan serta Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Agar mencegah pihak luar yang akan parkir dan saat keluar data tersebut sama sehingga meminimalisir pencurian kendaraan,” ungkapnya.

Hal tersebut dikeluhkan Sani Gustiani, salah satu mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis bahwa uji coba pengoprasian ini terbilang terlambat. “Kenapa enggak dari dulu aja. Kenapa baru sekarang baru diuji coba.”

Namun salah satu mahasiswi Fakultas TarbiyahUnisba Fani Zakiah, menyambut baik inovasi ini. Ia setuju dengan hal tersebut, agar kendaraan yang diparkir lebih aman. Ia mengharapkan, ruangan untuk parkir kendaraan agar diperbanyak, sehingga mahasiswa lebih nyaman parkir di dalam. Juga, ia mengusulkan agar kendaraan yang kerap parkir di Unisba diberi stiker khusus sebagai penanda. (Vigor M. Loematta/SM)

Share Button