Unisba yang Aku Lihat

Foto: Dokumentasi SM

Menikmati tahun baru Hijriah, diri ini berharap mendapatkan kabar gembira. Ada sedikit yang ingin saya bahas Kampus tercinta, Kampus Biru, Kampus yang katanya perjuangan, Universitas Islam Bandung nyatanya kekurangan kelas (lagi). Mohon maaf atas tulisan saya ini sebelumnya kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan, tolong beri pencerahan.

Merujuk ke media kampus di Unisba, . Media pers kampus Suara Mahasiswa memberitakan yang menurut saya; masalah tak kunjung usai. Pendidikan islam yang diberikan Unisba saya mencoba untuk bersikap khusnudzon saja, layaknya lagu yang dibawakan dari Ari Lasso “Badai pasti berlalu…”. Tapi kapan ya?

Berselancar saya di Suara Mahasiswa, menemukan beberapa berita terkait persoalan ini. Alhamdulillah persoalan ini selalu ada solusinya dimulai dari pemakaian dapur aula, Student Center (SC), bahkan Basement Ranggagading. Solusi yang tengah diharapkan gedung baru Tamansari No. 24, semoga cepat tuntas dan saya beserta civitas kampus bisa segera menikmatinya.

Mari berkaca dari tahun 2015, bulan November Unisba melakukan pembenahan. Kekurangan kursi berakibat dosen terkadang menggabungkan dua kelasnya menjadi satu. November di masa UTS pun UAS Unisba selalu menyulap ruangan-ruangannya menjadi  tempat ujian.

Hingga pada akhirnya, bukan hanya pada saat ujian, SC pun disulap menjadi kelas nan indah. Walaupun hanya mata kuliah PAI, Unisba. Universitas yang menjunjung tinggi nilai islam mengorbankan mata kuliah spesialnya. Satu dosen berbanding 40 mahasiswa, ada saja yang tertidur. Nah, sekarang digabung dua hingga tiga kelas, satu dosen lawan 120 mahasiswa, bisa jadi lautan manusia nantinya.

Selain menyulap ruangan, pilihan terakhir mengadakan kelas malam. Gimana tuh, masuk setengah enam pagi keluar jam sembilan malam? Walaupun hanya isu dan tak tahu bagaimana kebijakan yang akan hadir, hati ini kaget rasanya. September 2017, sistem ini telah berlangsung dan sukses, moga saja Unisba bisa melewati hal ini.

Seperti dalam surah Al-Insyirah  94;5

“Sesungguhnya sesudah kesulitan  itu ada kemudahan,”

Berapa kali pun mahasiswa mengeluh atau demo seperti  pada September 2017 lalu. Mahasiswa Tuntut Kurangnya Fasilitas dalam Mimbar Terbuka KBMU, Ya kita lihat kelanjutannya saja, semoga jawabannya tidak melulu menenangkan mahasiswanya dengan “kita tunggu pembangunan Unisba Tamsar No. 24”. Ini yang ku lihat, kalau kamu? (Iqbal/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *