Unisba Bina Puluhan PKL

Dokumentasi pribadi

Sabtu, 1 April 2017, salah satu tim Pengabdian Kepada Masyarakat(PKM-Dosen) dari Program Studi Teknik Industri (TI) Fakultas Teknik Unisba, melakukan pembinaan pada Pedagang Kaki Lima (PKL) Unisba. Acara ini merupakan salah satu Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (P2UMKM) dibawah naungan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Unisba. Agenda ini diikuti oleh dua puluh satu PKL yang telah cukup lama menggelar lapak di Unisba.

Program pelatihan yang dipimpin oleh Reni Amaranti salah satu dosen dari Program Studi TI telah beberapa kali terlibat dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan di internal kampus Unisba. Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para pedangan kaki lima dibidang wirausaha sehingga dapat terus mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik dan lebih besar lagi.

Materi pelatihan disampaikan oleh beberapa dosen dari Program Studi TI sebagai konten inti dari pelatihan ini. Adapun materi tambahan diisi oleh praktisi PKL yang dianggap telah berhasil menaikan kualitas dan kuantitas bisnisnya, yakni Kafe Madtari sebagai salah satu profil PKL sukses yang kini telah menjelma menjadi perusahaan dengan pengelolaan cukup profesional. Pemaparan pengalaman dari praktisi PKL yang telah sukses diharapkan menjadi pemacu para peserta agar termotivasi dalam mengembangkan bisnisnya.

Berbeda dengan konsep pelatihan sebelumnya, acara pelatihan ini dikemas secara lebih santai, karena acara pelatihan dilangsungkan di salah satu tempat wisata di Kabupaten Bandung, Situ Patenggang. Selain menyampaikan materi, Tim PKM pun berusaha menjaring aspirasi para PKL  dan mendiskusikan berbagai kendala yang dialami PKL saat ini, supaya kedepannya mereka dapat dikelola dengan baik dan senantisa memberi pelayanan yang baik kepada seluruh pelanggannya, utamanya para mahasiswa, dosen dan karyawan Unisba yang telah menjadi pelanggan setianya selama ini.

“Kedepannya, PKL depan Unisba diharapkan menjadi lebih solid lagi dan dapat bersama-sama membangun koperasi sebagai salah satu cara agar mereka mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintantah,” pungkas Nugraha salah satu anggota Tim PKM. Koperasi dipilih karena dinilai mampu memberikan nilai tambah tersendiri bagi para PKL yang selama ini masih terkesan berbisnis secara sendiri-sendiri. Koperasi juga diharapkan bisa menjadi sarana untuk menciptakan rasa gotong royong dan meningkatkan permodalan bagi para anggotanya. (Jajang/kontributor)