Tradisi Mudik Kita

Negara kita ini memang sudah terbiasa dengan tradisi melaksanakan kegiatan pulang kampung (mudik) yang biasanya dilakukan pada saat H-7 ketika Bulan Ramadhan hampir berakhir hingga menjelang Idul Fitri. Kendaraaan yang digunakan oleh para pemudik pun beragam seperti mobil, motor, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Momen mudik ini dapat pula digunakan sebagai ajang silaturahmi maupun saling bermaafan dengan saudara yang sudah lama tidak berjumpa.

Kemacetan, kecelakaan dan kerusakan jalan merupakan masalah yang sering ditemui pada saat musim mudik lebaran. Masalah tersebut diakibatkan karena sikap pemudik yang tidak tertib saat berkendaraan ataupun fasilitas yang kurang memadai. Sayangnya pemerintah masih kurang sigap dalam menyikapinya. Berikut ini ada beberapa tips yang saya kutip dari internet dan bisa dilakukan agar kita mudik dengan aman dan nyaman.

1. List Barang yang Di Perlukan

Mendaftar seluruh barang bawaan yang diperlukan. Sebaiknya Anda membawa bawang bawaan yang seperlunya saja. Hal ini untuk menghindari kelebihan muatan yang pada akhirnya akan merepotkan Anda sendiri.

2. Mengecek Kondisi Kendaraan

Jangan lupa mengecek kondisi kendaraan jika Anda menggunakan kendaraan pribadi. Jangan ragu untuk membawanya ke bengkel sehingga kendaraan bisa dipastikan aman digunakan untuk menempuh perjalanan jauh. Siapkan pula suku cadang kendaraan dan sejumlah peralatan yang mungkin diperlukan selama perjalanan. Misalnya ban cadangan, dongkrak, obeng, busi, sekring, tali rem, tali kopling dll.

3. Pamitan dengan RT dan Tetangga

Pamit dengan ketua RT dan tetangga Jangan lupa juga untuk pamitan dengan ketua RT dan tetangga. Titipkan rumah kepada tetangga dan Anda juga harus melaporkan kepergian pada ketua RT. Bila perlu, Anda bisa membayar satpam untuk menjaga rumah selama Anda mudik khusunya pada malam hari. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan rumah walaupun ditinggal mudik oleh Anda.

4. Pelajari Rute Perjalanan

Ketahui rute perjalanan Sebelum mudik, Anda harus mengetahui rute mana yang akan dilewati. Selain itu, selama perjalanan Anda juga harus terhubung dengan media informasi agar mendapatkan info terkini mengenai arus mudik. Jika Anda mudik mengguankan mobil pribadi, maka nyalakan radio untuk terus memantau arus mudik.

5. Istirahat Ditempat yang telah disediakan

Istirahat di posko mudik Menjelang Idul Fitri, banyak posko yang didirikan untuk tempat peristirahatan para pemudik. Jika merasa lelah dalam perjalanan, maka Anda bisa memanfaatkan posko tersebut. Istirahatkanlah tubuh dahulu selama 2-3 jam. Hal tersebut tentunya bertukuan untuk menghindari kecelakaanakibat kelelahan dalam pejalanan.

6. Membawa P3KSediakan P3K.

Minimal pastikan Anda membawa obat anti mabuk, obat sakit kepala, minyak angin, Obat flu dan batuk obat luka, obat sakit maag.

7. Membawa Peta

Jangan lupa membawa peta sehingga Anda mudah mendapatkan berbagai info yang dibutuhkan selama perjalanan. Misalnya letak pom bensin, mushola atau masjid, rumah makan, posko lebaran, bengkel, dll.

8. Mempersiapkan Kondisi Tubuh

Persiapkan kondisi tubuh sebaik mungkin dan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Pastikan Anda tidak mengantuk jika harus menyetir sendiri. Dan yang tidak kalah penting patuhi rambu-rambu lalu lintas selama di perjalanan dan Lengkapi dengan sarana hiburan semisal DVD player, MP3 player, buku bacaan, dan sejenisnya.

9. Membawa Bekal

Membawa bekal makanan dan minuman yang diperlukan. Lengkapi pula dengan kantong plastik untuk tempat sampah sementara.

10. Membawa Alat Komunikasi alat komunikasi semisal handphone.

Pastikan membawa baterai cadangan atau charger dan pulsa cukup tersedia.

Solusi bagi pemerintah selain selalu sigap dalam kondisi apapun, selalu menghimbau para pemudik agar tetap hati-hati, menyediakan jasa kendaraan umum gratis bagi para pemudik yang memang kondisi keuangannya lagi pas-pasan. Memberikan himbauan agar para pemudik tidak menggunakan motor karena rentan terjadi kecelakan apabila digunakan untuk jarak jauh. Melakukan Perbaikan jalan yang memang sudah rusak tapi jangan nunggu rusak parah baru diperbaiki termasuk jembatan, karena jika sampai ambles bisa berbahaya bagi para pengendara.

Muhammad Iqbal Nur Hakim
Mahasiswa Fakultas Hukum Aktn 2009