Ini Bukan Editorial, Ini Memorandum!

Suaramahasiswa.info yang saat ini anda buka dan baca, adalah saksi dari perjuangan mahasiswa. Mahasiswa yang berhasil melampaui zamannya. Siapa yang menyangka, media hari ini tak akan lagi ditulis di atas sebuah kertas? Berbicara skala Indonesia, sejumlah nama pendiri Detik.com memanglah pionir kemajuan itu, namun dalam lingkup kampus, adakah yang terpikirkan hal ini sebelumnya?

Rentang  2000-2001, situs yang asalnya ber-ngaran ‘sm.or.id’ ini menjadi portal gandengan Detik.com untuk menyuplai bewara dalam rubrik Kanal Kampus. Tidak hanya skala Unisba, kanal ini memuat warta sejumlah kampus Bandung lainnya. Jumlah pengunjung per hari pun tak perlu ditnyakan, sekitar 20.000-an netizen sudi untuk menukar pulsa dengan informasi seputar kampus.

Adalah Roni Suhendar, sebagai seorang web master dari portal yang anda tengah buka ini. Jangan pikirkan mudahnya membuat domain di 2015. Karena awal 2000, manusia masih harus sudi menukar Rp. 5000.- dengan satu jam terhubung ke dunia, lewat bilik-bilik warung internet. Fasilitas penunjang Lembaga Pers Mahasiswa belum kenal dengan kabel LAN maupun pancaran nirkabel, yang ada hanya CPU ber-pentium II. Bolak-balik ke warnet adalah cara paling masuk akal untuk memosting berita di kanal mahasiswa yang saat ini mungkin hendak anda tutup. Semua dilakukan dengan telaten oleh sembilan punggawa kanal online kami di massa itu.

Sedikit histori di atas, adalah gambaran bagaimana mahasiswa sebagai pionir untuk kemajuan. Usaha dan karya menjadi bukti yang akan terus abadi, ketika jiwa liar remaja terarah penuh ke hal-hal positif. Ketimbang menyakiti diri sendiri atau merenungi jodoh yang tak kunjung datang, bahkan bersifat egois terhadap hak, sementara lalai mengemban kewajiban.

Sejatiya Roni Suhendar tak pernah mengeluhkan kondisi fisik atau hal pribadi lainnya. Adapun ia dikenal tegas dalam urusan deadline. Ulet ketika mempelajari sejumlah hal yang tak terfikirkan teman-teman angktannya, menjadikan ia sebagai sosok yang menembus zaman. Visioner, adalah kata yang tepat utuk menggambarkan Almarhum Roni Suhendar.

Suatu keabadian, hanya dimiliki oleh mereka yang dipilih Tuhan untuk mengemban tugas kenabian dalam lingkup kecil. Kami, Pers Suara Mahasiswa Unisba percaya akan hal itu, dan memang terbukti dari banyak potret individu yang pernah berada dalam pemberitaan kami, -baik dibalik proses pemberitaan, maupun yang menjadi subjek berita kami. Dari sejuta nama, Roni Suhendar, sebagai punggawa Suara Mahasiswa Online di masa transisi abad 20 ke 21, adalah sekeping cerita penuh keabadian yang kami maksud.

Berikut sedikit testimonial dari para sahabat:

“Roni itu orang baik, saya percaya setiap apa yang sudah di berikan akan menumbuhkan kebaikan juga,”- Ahmad Fauzan, junior Roni Suhendar.

“Kalau sakit, dia tidak pernah bilang. Dia juga orang yang pekerja keras,” –Frino Bariarcianur Baru, Pimpinan SM Online semasa Roni Suhendar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *