Jas Merah

The Tielman Brothers, Gemakan Indorock hingga Dataran Eropa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, tradisi, maupun keseniannya. Dalam keseniannya, Indonesia memiliki ciri khas musik sendiri seperti gamelan. Ketika pengaruh dari barat datang, variasi musik di Indonesia semakin banyak, seperti hadirnya musik yang beraliran pop, Rnb, Rock, Jazz, hingga Rock n Roll. Pada tahun 1945 menjadi tahun yang bersejarah bagi perkembangan musik di Indonesia, pasalnya pada tahun tersebut merupakan sejarah di mana Band beraliran Rock n Roll asal Indonesia lahir.

TEKS IFSANI EHSAN FAHREZI

Pelopor terbentuknya beberapa band di Indonesia khususnya yang beraliran Rock n Roll adalah ‘The Tielman Brothers’. Di tahun tersebut mereka JAS MERAH The Tielman Brothers, Gemakan Indorock hingga Dataran Eropa TEKS IFSANI EHSAN FAHREZI FOTO NET mulai eksis dan dikenal sebagai grup band, sekaligus menjadi grup band pertama di Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia pada saat itu sudah eksis dalam dunia hiburan dibidang musik, salah satunya grup band.

Semua itu berawal ketika Herman Tielman memutuskan untuk membuat suatu band yang beranggotakan anak-anaknya sendiri. Sebelum mendirikan band, Herman Tielman adalah seorang komandan tentara KNIL (Koninklijk Nederlands-Indische Leger) yang lahir di Kampung Baru, Manado, Sulawesi Utara 2 September 1904. Herman kemudian memutuskan untuk meminang Flora Laurentine Hess, seorang wanita berdarah campuran Indo-Jerman yang lahir di Madiun pada tahun 1901. Kemudian mereka dikaruniai 5 orang anak yaitu, Reginald Tielman (Reggy), Ponthon Tielman, Andy Tielman, Herman Lawrence Tielman (Loulou), Janette Loraine (Jane).

Herman Tielman memperkenalkan seni kepada anak-anaknya sejak dini, baik itu seni musik maupun tarian. Sejak saat itu pula mereka sudah mengenal musik yang sedang tren pada saat itu termasuk musik-musik klasik. Beranjak remaja, mereka pernah diperkenankan untuk tampil di istana Presiden dalam rangkaian acara seremonial tari-tarian daerah di hadapan Presiden Soekarno.

Seiring berjalannya waktu, anak-anak Herman sering mengaransemen musik dengan gayanya sendiri. Mereka terinspirasi dari musik Rock n Roll, Hawaiian, bahkan keroncong. Kemudian mereka sering memainkan musik campuran antara Rock n Roll dan Keroncong Portugis atau biasa disebut dengan Indorock. Sebenarnya nama Indorock sendiri adalah sebutan bagi seseorang keturunan dari Indonesia yang membawakan musik beraliran Rock n Roll. Ciri khas dari musik Indorock ini adalah aransemen musiknya yang berasal dari perpaduan antara musik Rock n Roll dengan musik Indonesia seperti gamelan, keroncong Portugis, dan musik pesisir Hawaiian.

Sang ayah, Herman Tielman melihat perkembangan bakat anak-anaknya dalam bermain musik. Akhirnya, sekitar tahun 1945 mereka sepakat untuk membuat sebuah grup band bernama ‘The Timor Rhytm Brothers’ yang beranggotakan Herman (gitar), Andy (gitar dan vokal), Reggy (banjo dan vokal), Ponthon (double bass), Loulou (drum), dan vokal utama oleh Jane. Nama Timor sendiri dipilih karena Herman Tielman lahir dari seorang ayah yang berasal dari Bonipoi, Kupang, Timor.

Pada tahun 1957, setelah melakukan beberapa penampilannya di Indonesia, The Timor Rhytm Brothers memutuskan untuk melanjutkan karir di Belanda. Tak berselang lama, Jane keluar dari band dan tersisa empat anggota lainnya yaitu Andy, Reggy, Ponthon, dan Loulou. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengganti nama dari ‘The Timor Rhytm Brothers’ menjadi ‘The Four Tielman Brothers’ atau The 4 T. Kemudian sekitar tahun 1958-an mereka diundang dalam acara Brussels World Fair Expo dan mereka diberi kesempatan tampil hanya dalam waktu 20 menit. Melihat kesempatan tersebut, mereka memanfaatkannya dengan membawakan musik Indorocknya dan menyuguhkan penampillan yang atraktif seperti memainkan alat musik dengan gaya akrobatik.

Perbedaan The 4 T dari band kain ialah, hingga terkenal mereka selalu menyuguhkan penampilan yang unik dalam memainkan instrumen. Andy memainkan gitar dengan cara ekstrem, yaitu menggunakan kaki bahkan giginya. Penampilannya tersebut menarik perhatian banyak penonton, bahkan tidak sedikit yang tercengang melihat aksi mereka di atas panggung. Berkat penampilan tersebut tawaran tampil membanjiri, bahkan sampai ke luar negeri seperti Jerman dan Belgia.

Tahun 1960 The 4 T kembali mengganti nama menjadi The Tielman Brothers disusul dengan bertambahnya satu personel yaitu Franky Luyten (gitar ritem). Mereka kembali menambah personel di tahun 1963, Jane kembali bergabung dan Alphonse Faverey. Setahun berikutnya mereka kembali berganti personel Ponthon Tielman, Franky Luyten, dan Alphonse Faverey absen, digantikan oleh Hans Bax dan Rob Latuperisa.

Gaya musik yang terkesan monoton menjadi salah satu faktor tergesernya The Tielman Brothers oleh band-band pendatang baru yang menyuguhkan musik-musik segar dan berbeda. Hingga pada tahun 1965, masa kejayaannya berakhir.

Pada tahun 2008 menjadi Andy Tielman kembali ke tanah air. Andy manggung dan berkolaborasi dengan Awan Garnida (Sore), Emil (Naif), Benny (G-Pluck), dan David Tarigan. Andy menjadi satu-satunya personel yang tampil di Indonesia, setelah nama The Tielman Brothers terkenal. Penampilan ini adalah penampilan terakhir bagi Andy di Indonesia.

Sekitar tahun 1980-an, Indorock kembali bangkit dan mulai bersaing di kancah musik nasional. Namun, hingga saat ini tidak terlalu banyak musisi yang memainkan musik bergenre Indorock. Salah satu band Indonesia yang memainkan gaya musik ini adalah Orchest Stamboel. Menurutnya, sejauh ini sudah banyak anak muda Indonesia yang mengenal The Tielman Brothers, sehingga mereka mempopulerkan kembali genre Indorock.

Kembalinya Indorock sekaligus menjadi salah satu harapan agar eksistensi dari The Tielman Brothers sebagai grup band pertama di Indonesia dan salah satu pencetus hadirnya Indorock ini tetap ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *