Kuesioner Dipandang Sebelah Mata

Fasilitas komputer penunjang kuesioner yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa di kampus Ranggagading,  pada Selasa (24/12).  (Feni/Job)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Kuesioner merupakan salah satu cara mahasiswa untuk menilai baik buruknya dosen ketika memberikan materi kuliah di kelas. Dengan melihat dari segi keilmuan, teknologi dan buku ajar yang digunakan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya dalam rangka meningkatkan kualitas dosen dan fasilitas yang ada di Unisba. Seluruh mahasiswa dihimbau untuk mengisi kuesioner, termasuk mahasiswa yang ada di kampus Ranggagading.

Menurut Otong Rukmana (37) sebagai Kepala Monevin (Monitoring dan Evaluasi Internal) BPM Unisba, tujuan diadakannya kuesioner antara lain sebagai salah satu upaya untuk memonitor sejauh mana kualitas Unisba menurut mahasiswa. “Dilihat dari hasil presentasi kuesioner di Rangga gading tahun lalu, yang tertinggi Fakultas Hukum dengan 63% dan yang terendah Fakultas Keuangan Syari’ah yang hanya mencapai 9%,” ujarnya.

Minimnya antusisme mahasiswa di Ranggagading disebabkan informasi yang kurang  dan  koneksi internet yang sulit diakses. “Saya sempat mencoba, bahkan hingga berulang kali tetapi koneksinya selalu gagal” ujar Nurul (18) salah satu mahasiswa yang belum mengisi kuisioner. Padahal di setiap fakultas telah disediakan fasilitas untuk mengisi kuesioner.

Menurut Anisa salah satu mahasiswa Tarbiyah dengan adanya kuesioner ini diharapkan dapat merubah apa yang dirasa kurang dan dapat meningkatkan kualitas dosen. “Kegiatan ini sangat penting, karena mahasiswa dan dosen harus saling mengevaluasi diri. Bukan hanya formalitas saja, tetapi harus direalisasikan,” ujarnya. (Khalida/Job)

Share Button