Pasca Rubuhnya Atap Lodaya, USBU Berencana Pindah “Kandang”

 

Rencana awal adalah memindahkan latihan ke lapangan Sabuga Bandung. “Wah tentu tidak, sepertinya akan pindah ke lapangan Sabuga,” tutur Edwin M. Assad selaku ketua USBU.

Rencana ini didukung oleh anggota USBU lainnya. Salah satunya Hifdjur Rashif Rijai anggota USBU yang menjadi korban luka dari tragedi Lapangan Lodaya. “Untuk beberapa saat saya masih takut datang apalagi melihat langsung Stadion Lodaya. Kalau pindah, dimana saja asal jangan ada tribunnya kayak gitu, takut,” keluh pria yang sering disapa Achip ini.

Namun, lapangan Sabuga yang akan menjadi tempat latihan baru memiliki harga yang lebih mahal dari Lodaya. “Mahal Sabuga, akan tetapi lapang Sabuga lebih layak dipakai daripada Lodaya,” tambah Edwin. Harga yang lebih mahal menjadi kesulitan tersendiri bagi USBU karena biaya sewa lapangan masih menggunakan dana pribadi anggota. “Untuk soal dana untuk sampai saat ini masih menggunakan dari anggota USBU sendiri,” keluh Edwin.

Pria yang sering disapa Mulut ini pun berharap agar pihak Unisba lebih memperhatikan mereka, “harapan USBU untuk ke depannya ialah pihak Unisba lebih memperhatikan para anggota, memikirkan lapangan yang layak untuk USBU, minimal memberikan dana karena Unisba tidak memiliki sarana olah raga (Sepak bola-red),” tutupnya.

 *Fotografer merupakan mahasiswa Fikom Jurnalistik Unisba 2006