Agar Tetap Sehat, Perhatikan Hal Ini Saat Pancaroba

Ilustrasi: NET.

Suaramahasiswa.info, Bandung- Cerah di pagi hari, tapi hujan deras menjelang sore, bahkan tak kunjung reda hingga malam datang. Begitulah pancaroba. Normalnya, transisi musim hujan ke kemarau ini berlangsung dari April hingga Maret.

Terkadang pancaroba bikin agenda kita, mahasiswa jadi berantakan. Tidak jarang menembus hujan jadi pilihan. Sudah basah kuyup, eh tahu-nya tersengat matahari kembali. Beberapa penyakit seperti flu, peradangan, diare, alergi bahkan demam berdarah, seringkali mengancam.

Ridhan Fawwaz misalnya. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi 2013, mengaku sangat terganggu saat transisi musim datang. Bahkan, ia sempat terkapar di Rumah Sakit, akibat demam berdarah. “Di musim pancaroba ini saya pernah flu, demam bahkan demam berdarah,” akunya.

Setelah masa-masa tidak menyenangkan itu, Fawwaz lebih rajin untuk memperhatikan kesehatan. Salah satunya dengan mengkonsumsi asupan verbal. Senada dengan Fawwaz, Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Mulqi Aisyah (21), memberikan kiat menjaga metabolisme tubuh di musim pancaroba ini.

“Yang pertama, cukup tidur. Minimal enam samapai delapan jam. Kedua, mengkonsumsi multivitamin sekali dalam sehari,” paparnya, (29/4/2016)

Selain itu, Mulqi menjelaskan perlunya menjaga asupan gizi seimbang. Seperti, protein, kabohidrat, lemak, vitamin dan serat. Kebutuhan ini pun tak mesti dari asupan khusus. Seperti mengkonsumsi ikan, selain protein, lemak dan mineral pun dapat diperoleh. Atau alpukat yang kaya lemak, vitamin bahkan serat.

“Pola makan wajib teratur. Tiga kali sehari dengan gizi yang seimbang. Tidak usah banyak, yang penting cukup,” ungkap Mulqi.

Ia pun menjelaskan bila kesehatan selalu terhubung dengan emosi. Mulqi menyarankan untuk tetap jaga emosi dan kontrol stres, bahkan tidak hanya disaat pancaroba seperti ini.

” Pray! The power of Healthy!” pungkasnya. (Insan Fazrul & Muhammad R. Iskandar/SM)