“The end of the century I said my goodbyes For what it's worth…”
No. we don’t want your goodbye! We want more placebo!!!
Potongan lirik lagu for what its worth dibaris paling atas tersebut telah mengantarkan para penggemar placebo, band asal inggris yang menggelar konser promo album terbaru mereka “battle for the sun” menggila, di tennis indoor senayan pada 16 februari 2010. Setelah sebelumnya dipanaskan oleh aksi dari duo DJ EGRV (Electronic Groove) selama kurang lebih 30 menit. Konser pertama placebo di Jakarta ini yang dipromotori Java Musikindo bersama LA Lights, akan menjadi satu-satunya konser mereka di Asia Tenggara. Setelah itu mereka akan meneruskan tur konser ke Australia, Jepang dan Jerman. Band bentukan Brian Molko (vokal, gitar), Stefan Olsdal (bas), dan Steven Forrest (drum) ini menghentak penonton dengan 21 lagu hits yang diambil dari album terbaru mereka juga dari album-album sebelumnya.
Tak kalah dari lagu pertamanya steven forrest yang menggantikan Steve Hewitt drummer sebelumnya , terus membuat penonton berjingkrak dengan tabuhan drumnya, apalagi ketika battle for the sun, never ending why, sampai special K, lagu yang paling banyak di-request oleh penonton di sela-sela pergantian lagu. Tak hanya sampai disitu pada konser ini pun menggaet beberapa additional players seorang gitaris dan seorang perempuan yang memainkan keyboard , biola elektrik dan special effects yang sangat mengesankan, sentuhan-sentuhan additional players ini sangat tersasa di lagu taste in men, speak in tounge sampai lagu klasik mereka the bitter end. Molko dan Olsdal pun membuat efek-efek suara dari aksinya seperti mendekatkan gitar ke arah sound system dan berganti gitar tiap lagu usai.
Setelah sekitar 15 lagu dimainkan, Penonton pun makin dibuat histeris ketika molko menyapa mereka. Lalu lampu diredupkan dan panggung menjadi hening. Serentak penonton merasa bingung dan langsung berteriak “we want more! We want more!” selama beberapa menit. Dan akhirnya usaha mereka membuahkan hasil, molko dkk membawakan 6 lagu penutup konser mereka. Selama konser berlangsung molko yang berpakaian simple serba hitam ini miskin berinteraksi dengan penonton, tetapi tetap membuat penonton tak berhenti berteriak ketika molko berujar "Thank you Jakarta, You guys are f***ing amazing,”. Walau begitu tak ada penonton yang kecewa ketika ditanya mengenai konser ini seperti yang dituturkan Lala, mahasiswa Stan ini “ yah, keren bgt gw bayar sejuta juga ga papa deh, hehe performancenya, molkonya ah rugi deh yang ga nonton” hal serupa juga diucapkan oleh digma, yang rela menempuh perjalanan Surabaya-jakarta untuk menonton konser ini “ yah, lighting keren banget dan soundnya jernih abis, ga nyesel deh” dan banyak lagi komentar-komentar senada tentang konser yang juga banyak dihadiri oleh kalangan ekspatriat ini.
Mengenai persiapan setting dan yang lainnya placebo memang sengaja membawa persiapan sendiri sampai 7 ton. Lighting yang megah sebesar 250 ribu watt, panggung seluas 18x 10 m, dan sound system sebesar 60 ribu watt, menjadi pemikat di awal berita konser ini akan diadakan.
Sudah dipastikan bos java musikindo Adrie Subono meraup keuntungan cukup besar dari 4000 penonton dari kelas festival yang dipungut biaya sebesar Rp. 500.000 dan kelas tribun yang dipungut sebesar Rp.450.000. konser ini pun sudah dapat dipastikan menjadi salah satu event sukses dalam agenda Java Musikindo. Jadi, jangan lewatkan konser placebo berikutnya, see you on another show!