Dialogis Monologis FEB, Terkendala Aklamasi

Salah satu calon Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Ekonomi dan  Bisnis (FEB) Fikri Muhamad menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab dialog terbuka pada Kamis (18/5/2017) di Pelataran Khez Muttaqien. Dialog kali ini, dua calon ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi tidak dapat memberikan visi dan misinya dikarenakan tidak dapat hadir yang berakhir tindakan aklamasi. (Iqbal/SM).

Suaramahasiswa.info, Unisba – Pemilu Raya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisba Periode 2017 – 2018 memasuki tahap dialog terbuka pada Kamis (18/5). Ketua Badan Penyelenggara Pemilihan Umum (BPPU), Zulkarnaen Syarif mengatakan, tempat menjadi kendala yang tidak sesuai dengan rencana sebelumnya.

“Kami sempat booking di Akuarium, cuma waktunya bentrok sama pesantren sarjana. Karena takut mengganggu jadi kami pindahkan ke Pelataran Khez Muttaqien.” Ungkap Zulkarnaen.

Kendala lainnya, kedua calon dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi tidak menghadiri acara dialogis monologis. Zulkarnaen menjelaskan, salah satu calon terpaksa didiskualifikasi, dikarenakan tidak mengumpulkan syarat administrasi. Sedangkan satunya lagi tidak dapat hadir disebabkan ada acara Prodi di luar kota. “Baru tadi malam kita keluarkan Surat Keputusan (SK) kepada calon urut nomor satu, usai diberi masa tenggang dia tetap saja tidak mengumpulkan. Akhirnya kami memutuskan aklamasi kepada nomor urut dua Agung Trywibowo yang terpilih,” ujarnya.

Dialogis monologis tersebut pun terlihat sepi, hanya segelintir mahasiswa ekonomi saja yang datang. Zulkarnaen menanggapi kurangnya partisipasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang cenderung apatis. “Mahasiswa ekonomi ini ada sekitar 2.200 tetapi yang datang itu cuman 50 orang. Dihitung satu persen saja bahkan kurang.”

Mahasiswa FEB Bayu Parkesit mengharapkan, nantinya yang terpilih sebagai ketua harus jujur dan amanah. Ia menginginkan proker-proker yang lebih menunjukan sisi kemahasiswaannya, agar tidak seperti sekarang yang sudah menjadi Badan Event Mahasiswa bukan Badan Eksekutif Mahasiswa. (Iqbal & Aldi/SM).

Share Button