Siapa Sebenarnya Soeharto

 

cover buku Siapa Sebenarnya Soeharto


Judul Buku : Siapa Sebenarnya Soeharto – Fakta dan Kesaksian Para Pelaku Sejarah G-30-S/PKI

Penulis : Erros Jarot, dkk

Penerbit : Media Kita

Cetakan : 2008

Tebal: 117 Halaman

Ketika banyak pasang bola mata yang beradu persepsi berusaha menguak tabir dibalik sejarah masa lampau, banyak yang mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi dibalik peristiwa keji yang sukses menyayat nurani  G-30-S/PKI. Riuh diferensiasi dari pola paradigma yang berkembang di masyarakat luas mengenai peristiwa tersebut membuat banyak penikmat sejarah dan politik berusaha mencari verifikasi dengan sumber yang akurat dan tepat sasaran. Tak banyak yang bisa dilakukan para masyarakat yang notabene nya ialah konsumen informasi dan media , karena mereka hanya menikmati cita rasa informasi dan media tersebut menyebabkan berkecamuknya perbedaan persepsi mengenai versi mana yang membuat publik percaya.

Buku ini membeberkan fakta-fakta dibalik peristiwa keji nan mengiris sanubari G-30-S/PKI yang disusun secara kronologis dan sistematis. Terdiri dari serangkaian wawancara dengan saksi-saksi hidup yang sangat relevan dengan kejadian tersebut. Buku ini lebih mengerucutkan pada titik penting bahasan yaitu Soeharto yang merupakan maskot penting atas tragedi ini.

Bermula dari adegan demi adegan yang terjadi sebelum hingga meletusnya tragedy G-30-S/PKI. Kekecewaan yang dirasakan Sutradara ternama di masa nya Arifin C. Noer dalam menggarap film yang konon mengambarkan kisah pilu G-30-S/PKI. Alur cerita dalam filmnya secara implisit mendeskripsikan sosok Soeharto yang seolah paling bersih, tidak memiliki ambisi apapun, dan hingga pada waktunya kemudian tiba-tiba muncul sebagai sosok superhero atas terbunuhnya jenderal tinggi saat itu.

Dapat terlihat yang tersaji dalam buku ini dari serangkaian wawancara tersebut. Membalikkan apa yang selama ini dipahami oleh kebanyakan orang. Dimulai dari kedekatan Soeharto dengan Brigjen Latief dan Untung, ambisi dalam yang ingin diraih dalam karir militernya, dendamnya terhadap Jendral Yani, keterlibatan dengan CIA, dan kemunculannya yang tiba-tiba menjadi sosok yang paling dielu-elukan  dalam mengambil sikap untuk menumpas G-30-S/PKI.

Penulis mencoba memperkuat muatan isi buku ini melalui kutipan-kutipan wawancara dalam rangka menguak tabir sepak terjang Soeharto dalam keterlibatannya di G-30-S/PKI. Muatannya cukup komperensif karena melibatkan kalangan birokrat, politikus, militer, intelijen sampai sejarawan yang dirasa sudah cukup mewakili berbagai macam sudut pandang para pelaku sejarah. Analisis penulis pun lugas dan sangat objektif karena menengahkan fakta-fakta yang relevan dengan wawancara dengan jajaran yang disebutkan tadi. Penjabaran muatan yang lugas dan bahasa yang mudah dipahami, buku ini sangat layak untuk rekomendasi literature bacaan yang mengguggah persepsi masyarakat mengenai peristiwa G-30-S/PKI. Serta menjawab keriuhan paradigma mengenai siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu? Siapakah Untung? Siapakah Brigjen Latief? Dan terlebih lagi Siapakah sebenarnya Soeharto? Anda para penikmat sejarah dan politik dapat menikmati cita rasa seputar sosok Soeharto dengan membaca buku ini. (Rimma Artarini/SM)