[Review CD] The SIGIT – Detourn (2013)

Meskipun terdengar berbeda, namun The SIGIT masih menjunjung nama rock n’ roll yang dikombinasi dengan unsur progressive seperti Let The Right One In yang sebelumnya sudah dapat diunduh di internet, Black Summer, Son of Sam, Gate of 15th yang di pertengahan lagu dibumbui seruling, dan Tired Eyes. Tak lupa juga mereka menyisipkan satu-satunya lagu akustik dimana Rekti meninggalkan vokal tingginya yang khas dengan suara merdu pada Owl & Wolf. Sisanya, tembang seperti Dètournè, Red Summer, Ring of Fire, Conundrum, dan Cognition, erat dengan aroma psych dan experimental.

Album ini sukses mendeskripsikan seolah-olah The SIGIT berada satu angkatan dengan Led Zeppelin dan Black Sabbath, mengingat tipikal musiknya yang kini lebih berat, kaya akan unsur magis ala abad pertengahan, dan terkesan bak metal tradisional dengan racikan psych­-nya.

Kini, The SIGIT lebih merambah ke semua lapis genre. Tentunya bagi yang menyukai musik eksperimental, beberapa lagu dapat menebus rasa penasaran. Para metalhead juga bisa menikmati riff-riff metal purba ala Black Sabbath di beberapa nomor lagu.

Nasib para Insurgent Army (nama fanbase The SIGIT, -red) pun masih terjamin, karena grup yang digawangi oleh gitaris-vokalis Rekti Yoewono, gitaris Farri Icksan Wibisana, bassis Aditya Bagja Mulyana, dan drummer Donar Armando Ekana, tak semerta-merta meninggalkan ciri khas musiknya yang lama. Intinya, Detourn merupakan paket yang patut untuk diwaspadai dan diperhitungkan bagi para penggemar musik rock dimanapun mereka berada. (Bobby/SM)

Share Button