Jajak Simbol Perlawanan di Serial Film “La Casa De Papel”

Ilustrasi Money Heist. (Ifsani Ehsan/ SM)

Di dunia ini, semuanya diatur. Ada yang bisa Anda perjuangkan untuk kehilangan. Dan ketika Anda berpikir Anda tidak akan rugi apa-apa, Anda menjadi terlalu percaya diri – Professor

La Casa De Papel atau Money Heist ialah serial drama yang menceritakan tentang sekelompok pencuri di Spanyol. Dibuat oleh Álex Pina, film bergenre action, drama, crime serta thriller ini tampilkan sejumlah adegan yang sarat akan perlawanan terhadap pemerintah dalam aksi pembobolan Bank Percetakan Spanyol.

Pada babak film, sekelompok pencuri memakai kostum merah dan memakai topeng untuk membobol bank percetakan uang Spanyol.  Setiap kru perampok memiliki nama kota-kota di dunia, ada Tokyo, Denver, Helsinki, Berlin, Rio, Nairobi, dan Moscow. Dalang dari pembobolan dikenal dengan nama Professor. Ia memiliki peran vital di luar gedung bank yang dibobol.

Terlepas dari drama perampokan—percintaan yang menyentuh dalam film, sosok Professor ditampilkan sebagai sosok intelek. yang memiliki latar belakang perlawanan anti-fasis kelompok partisan Italia di Perang Dunia ke-II. Hal itu ditampilkan saat percakapan antara Professor dan Berlin yang dipercayai oleh Professor sebagai pemimpin perampokan.

“Bisakah kau berjanji padaku jika menjadi kacau (pencurian) engkau akan melarikan diri, jangan tunggu kami di hangar, Kau janji sekarang atau kau tidak akan punya kapten, kau tahu aku kan,” kata Berlin.

“Semua akan lancar, Tidak akan ada yang berantakan andres (Berlin). Kita adalah penentang ya kan?” balas Professor.

Setelah percakapan, perumus film memutarkan lagu kebebasan kelompok partisan Italia “Bella Ciao”. Awalnya lagu itu dinyanyikan Professor, kemudian diikuti oleh Berlin. Saat itulah penonton pertama kali diperkenalkan ke lagu “Bella Ciao”. Berikut terjemahan lirik lagu :

O Bella Ciao …

Oh partisan membawaku pergi

Karena aku merasa maut mendekat

Dan jika saya mati sebagai partisan

O Bella Ciao …

Dan jika saya mati sebagai partisan

Maka Anda harus mengubur saya

Menguburku di gunung

Sedikit bercerita, Vladimir L. Marchenkov, dalam bukunya Arts and Terror, dikatakan “Bella Ciao”—atau “Goodbye Beautiful”—ialah lagu rakyat Italia untuk melawan anti-fasis dan digunakan di sejumlah negara sebagai nyanyian kebebasan.

Lebih jauh lagi, lagu ini digunakan para wanita yang bekerja di ladang Italia Utara untuk menghabiskan waktu. Selama Perang Dunia II, liriknya berubah untuk mencerminkan “para partisan yang menentang kaum fasis.” Ini adalah versi terakhir yang digunakan pada La Casa de Papel / Money Heist. Lagu “Bella Ciao” selalu mendengung di akhir babak setiap season film ini.

Dalam saat yang sama di film, Tokyo, kru pencuri yang turut menjadi narator di film, memberikan penonton wawasan, tentang makna dan bagaimana ide pembobolan bank milik Professor pertama kali diperkenalkan padanya.

“Kehidupan Profesor berputar di sekitar satu ide: Perlawanan. Kakeknya, yang melakukan perlawanan bersama partisan melawan fasisme di Italia mengajarkan hal itu, lalu dia mengajari kami (kru perampokan),” kata Tokyo dalam narasinya.

Secara menyeluruh film serial ini tak sekedar pertontonkan aksi pembobolan bank. Lebih dari itu, film ini perlihatkan sisi gelap drama kepentingan politik pemerintah Spanyol. Hal itu tampak dari adu intelektual antara polisi, intelejen bersama pemerintah Spanyol melawan sekumpulan pencuri. Media menjadi corong pencuri untuk memperlihatkan sisi gelapnya pemerintahan Spanyol khsususnya Intelejen.

Salah satu tujuan Professor dan kelompoknya yaitu memprlihatkan jika pencuri dipandang sebagai simbol perlawanan dan bahkan sebagai pahlawan. Season tiga film ini perlihatkan scene-scene ketika publik berpihak pada pencuri. Tak hanya itu, kostum pencuri dijadikan sebagai simbol perlawanan di sejumlah negara yang menentang pemerintah di film ini. Nyatanya, hal itu memang terjadi. Di Indonesia pada aksi demonstrasi penolakan kebijakan RUU KPK dan KUHP beberapa saat lalu ada orang Indonesia yang menggunakan kostum serupa.

Menilik dari Instagram @chandraliow pada 24 September lalu, youtubers itu mengunggah sebuah foto dirinya bersama salah satu massa aksi yang menggunakan kostum, dengan caption  “Line El Professor dari Money Heist: The Red Jumpsuit dan The Dali Mask akan jadi simbol “Resistance” di seluruh dunia. Dan hari ini gua menyaksikannya secara langsung. BELLA CIAO, BELLA CIAO, BELLA CIAO CIAO CIAO!”

Penulis: Fadil Muhammad

Editor: Puspa Elissa Putri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *