Torey Untuk Sheila

 
Dalam novel, sang penulis bercerita mengenai perjuangan dirinya sebagai pengajar di sekolah yang diperuntukan bagi anak berkebutuhan khusus. Sebagai pengajar di sekolah luar biasa, ia harus selalu siap menghadapi murid-muridnya yang menderita autisme, skizofrenia dan kebutaan, selain itu ada pula muridnya yang pernah dua kali melakukan percobaan bunuh diri, mengalami penganiayaan fisik dan seksual, agresif, dan menderita berbagai macam phobia. Salah satu murid Torey adalah Sheila, gadis cilik berusia 6 tahun dengan IQ di atas 180 yang ternyata menderita problem emosional  parah, bahkan dia baru saja membakar anak laki-laki berusia 3 tahun hingga nyaris meninggal.
 
Novel ini menceritakan dengan detail bagaimana perjuangan seorang Torey Hayden menyentuh hati Sheila untuk membuat Sheila lebih peka (perasa) juga membuat Sheila mengeluarkan seluruh potensi yang dimilikinya, terlebih lagi membuat Sheila mengenal dirinya sendiri dengan baik.
 
Kisah dalam novel Sheila mengajarkan begitu banyak tentang arti ketulusan dan kasih sayang juga memberikan satu fakta hasil dari dahsyatnya sebuah kasih sayang dan ketulusan. Hanya saja, diperlukan ketelitian dalam membaca novel ini jika ingin bisa meresapi isi novel dengan baik karena adanya bahasa yang sulit dimengerti bahkan harus dibaca berulang untuk mengetahui maksudnya.