Mengungkapkan Rasa Sayang ala Dilan

Judul       : DILAN. Dia adalah Dilanku tahun 1990
Penulis    : Pidi Baiq
Penerbit : DAR! Mizan
Tebal        : 330 halaman

Penulis buku ini adalah Pidi Baiq, merupakan seorang seniman yang punya banyak kelebihan. Selain sebagai seorang musisi dan pencipta lagu, ia juga seorang penulis, ilustrator, pengajar dan komikus. Sebelum menulis buku berjudul Dilan, ia pernah juga menulis beberapa buku. Diantaranya, Drunken Monster, Drunken Molen, Drunken Mama, Drunken Marmut, Al-Asbun, at-twitter dan Hanya Salju dan Pisau Batu.

Dilan merupakan sebuah novel bertemakan tentang percintaan ketika di era 90an. Pidi Baiq menggambarkan sosok Dilan yang jatuh cinta kepada Milea Adnan Hussain dengan sangat unik. Siapapun yang membaca novel ini akan dibuat senyum-senyum sendiri dengan cara yang dilakukan Dilan untuk mendekati Milea.

Dilan mengungkapkan rasa sukanya terhadap dengan cara unik. Mulai dari mengirim coklat lewat tukang koran langganan ayah Milea, memberikan hadiah ulang tahun sebuah Teka Teki Silang (TTS) yang sudah terisi semua dan hari pertama Milea masuk sekolah–Dilan meramal bahwa mereka akan bertemu di kantin. Namun Milea yang awalnya mencap Dilan sebagai lelaki aneh lambat laun mulai menyimpan rasa terhadap Dilan.

Dari segi gaya bahasa, novel Dilan menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami. Rangkain kata khas Pidi Baiq dapat membuat para wanita yang membacanya akan jatuh cinta pada sosok Dilan dan berharap menjadi Milea di tahun 1990. Novel ini cocok untuk dijadikan referensi bagi para pria untuk mendekati seorang wanita dengan cara yang tidak mainstream.(Winda/SM)