Mengenang Si Binatang Jalang Lewat Puisi dan Prosa

Judul           : Derai-derai Cemara

Penulis       : Chairil Anwar

Penerbit    : Yayasan Indonesia

Tebal          : 126 halaman

Siapa yang tak mengenal Chairil Anwar? Bagi penyuka sastra, karya Chairil merupakan incaran wajib baca. Bisa dibilang, Chairil merupakan salah satu pelopor angkatan ‘45 kesustraan Indonesia bersama kedua sahabatnya, Rivai Apin dan Asrul Sani. Ide dari menerbitkan koleksi puisi dan prosa lahir dari kerjasama penerbit dengan Evawani Alissa, puteri kandung penyair. Eva bertugas sebagai penulis kata pengantar , Asrul Sani bagian pembuka, dan Agus R. Sarjono menutup dalam kumpulan ini.

Judul derai-derai cemara, diambil dari salah satu puisi hasil pemikiran Chairil. Terdapat 74 puisi dan 7 prosa yang akan memanjakan pembaca. Disini Chairil menyampaikan berbagai aspek kehidupan dari kacamata dirinya. Melalui puisi dan prosa, kata membawa Chairil hidup menembus masa ke masa, menyatakan penghargaan, kebenaran, mimpi, pengharapan, cinta, dan dendam manusia.

Puisi juga di visualisasikan melalui grafis, sketsa, dan lukisan oleh Herry Dim, mengajak pembaca untuk ikut berimajinasi meruntuhkan kesenjangan antara puisi dan gambar. Namun, binatang jalang pintar memberikan kosa kata baru Indonesia, sehingga bagi mayoritas kaum muda beberapa kata harus dicari pengertiannya. (Teti/SM)

Share Button