Bernostalgia dengan Empat Lagu Sarat Makna

(Ilustrasi oleh Fadhis/SM)

Belakangan ini, lagu lama kembali viral di ruang lingkup media sosial. Berbagai bentuk apresiasi dilakukan oleh netizen atau warganet. Salah satunya meng-cover atau menyanyikan ulang sebuah lagu. Hal itu terjadi karena lagu-lagu tersebut dianggap relevan dengan situasi yang terjadi di sekitarnya.         

Sebuah lagu yang diciptakan oleh sang musisi pastinya sarat akan makna. Terkadang mereka mendapatkan inspirasi dari momen-momen tertentu. Baik dari pengalaman yang kerap ia alami atau pun yang terlihat olehnya. Beragam persoalan terjadi, mulai dari permasalahan politik, kemanusiaan, lingkungan, hingga nasionalisme. Berikut ini Suara Mahasiswa telah me-review beberapa lagu yang mengandung makna kemanusiaan.

  1. Efek Rumah Kaca – Sebelah Mata

Sebelah mataku yang mempelajari
Gelombang kan mengisi seluruh ruang tubuhku
Terbentuk dari sel akut
Dan diabetes adalah sebuah proses yang alami

Tapi sebelah mataku yang lain menyadari
Gelap adalah teman setia
Dari waktu waktu yang hilang

Seperti yang kita ketahui sebelumnya lagu ini terdapat dalam album ‘Efek Rumah Kaca’ yang realese pada tahun 2007. Mulanya lagu Sebelah Mata ditujukan untuk Adrian yang penglihatan mulai kabur karena penyakit diabetes. Hal itu lah yang membuat Adrian vakum ‘membetot’ bass untuk Efek Rumah Kaca. Namun, belakangan ini lagu tersebut kembali viral. Pasalnya, lirik ‘Sebelah Mata’ dianggap relevan dengan kondisi penyidik KPK Novel Baswedan yang kehilangan. Tidak sedikit netizen yang mengaitkan lirik tersebut dengan kejadian yang dialami Novel.

  1. Superman Is Dead – Sunset di Tanah Anarki

Kubasuh luka dengan air mata

Oh hatimu beku, serta jiwamu yang lelah

Tak henti lawan dunia dengan mimpi besar untuk cinta

Dan jalanmu tuk pulang, di ujung waktu kan ada cahaya

Itulah aku, raihlah mimpimu

 

Band genre punk rock dengan sentuhan keindahan rockabilly asal Bali ini punya nama besar di belantika musik indonesia. Bobby Bikul (vocal dan gitar), Eka Rock (bass & backing vocal), dan Jrx (drum).

Sunset di Tanah Anarki bercerita tentang romantisme pasangan yang dibalut dengan perlawanan. Melawan segala bentuk ketimpangan di muka bumi. Jrx mengungkapkan lagu ini terinspirasi dari Gendo, aktivis lingkungan asal Bali. Perang yang dimaksud dari lagu ini bercerita saat Gendo, Jrx, dan aktivis-aktivis bali sedang berdemo saat pertama kali eco-defender yang dibuat oleh Rumble Cloth dan WALHI bali dicetuskan. Cinta di sini adalah cinta Gendo dan istrinya

Mereka mempunyai mimpi besar untuk Indonesia atau dunia ke arah yang lebih baik. Untuk apa mereka melakukannya? Untuk cinta melalui lagu dengan aransemen pas dan penggunaan lirik yang dalam. Selain lagu ini enak untuk didengar, tetapi juga dapat menimbulkan rasa nasionalisme untuk para pendengar. Sebagai orang Indonesia setidaknya hal ini yang dapat Superman Is Dead lakukan untuk mengingatkan para penegak hukum di Indonesia.

  1. Sisir Tanah – Lagu Hidup

Jika kau cinta jiwa raga yang merdeka

Tetap saling melindungi

Dan harus berani

Jika orang – orang serakah datang

Harus di hadang

Harus berani

Jika orang – orang itu menyakiti

Harus bersatu menghadapi

 

Konflik penggusuran kerap kali terjadi di tanah air kita, salah satunya terjadi di Temon, Kulon Progo, Yogyakarta. Lahan pertanian dan pemungkiman warganya akan segera dialihfungsikan menjadi New Yogyakarta International Airport. Berbagai bentuk kekerasan fisik kembali dialami warga dan relawan yang menolak lahan di mana rumah mereka berada.

Dalam lagu ini bercerita tentang manusia yang hidup membutuhkan alam: tanah, air, dan udara.  Namun, tidak hanya bercerita tentang harmonisasi manusia dengan alam yang saling mencintai, Lagu Hidup juga menyampaikan keberanian dan perlawanan untuk menjaga hubungan tersebut. Untuk itu, Sisir Tanah merilis ulang “Lagu Hidup” lewat situs 37suara.net.  Situs itu merupakan kolektif yang melibatkan musisi, seniman, dan peneliti dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

  1. Tika and The Dissidents – Tubuhku Otoritasku

Hormatku lahir dari hormatku

Kokoh kakiku menopang kekuatanku

Gelap kulitku dicumbu matahari

Ini milikku tubuh buka atau tutupi

Bukan parameter moralitas dan harga diri

 

Lirik ini mengangkat cerita di balik tubuh dan pengalaman kekerasan yang dialami perempuan. Selain itu perempuan kerap kali tidak percaya diri dengan tubuh yang dimilikinya. Interpretasi tubuh yang lambat laun berubah secara alami atau modifikasi dengan atributnya. Hal itu dipandang berdasarkan tata krama yang seringkali mengikat layaknya otoritas tak kasat mata. Hal ini yang disampaikan oleh Kartika Jahja bersama bandnya Tika & The Dissidents dalam lagu di album “Merah.”

Lagu-lagu yang disampaikan kali ini hanya sepercik dari luasnya ruang kritik lewat nada. Sebagai manusia, para musisi mencoba menceritakan masalah yang terjadi di dunia ini, khususnya Indonesia. Selain menciptakan suatu harmonisasi yang memanjakan pendengar, mereka pun ingin membangunkan pendengar untuk sadar. Inilah kita dengan nilai kemanusiaannya. (Meilda/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *