Unisba Tambah Fasilitas Lift di Kampus Tamansari

Seorang pekerja sedang memindahkan tanah dalam proses penggalian untuk menetapkan titik nol di Jl.Tamansari No.1 pada (15/3). Kasie Inventaris dan Pengadaan Barang, Dadan Sunandar memaparkan fasilitas baru ini karena banyaknya dosen sepuh yang mengajar di Tamansari. (Abyan/JOB)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Tahun ini Unisba menambah fasilitas lift di kampus utama Tamansari No.1. Rencananya lift akan ditempatkan tepat di depan Student Center (SC). Pengerjaan telah dilakukan sejak tanggal Senin lalu (5/3) fasilitas ini dapat diakses hingga lantai puncak atau hingga lantai empat.  

Kasie Inventaris dan Pengadaan Barang, Dadan Sunandar memaparkan latarbelakang dibuatnya fasilitas baru ini karena mahasiswa disabilitas dan dosen lanjut usia. Dadan mengharapkan fasilitas ini dapat membantu dan memudahkan pihak yang membutukan dalam mengakses ruang kelas. “Sesuai dengan perintah kerja dari yayasan proyek mulai berjalan setelah acara wisuda. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bila fasilitas ini dipergunakan untuk umum, tergantung kebijakan rektorat nantinya.”

Dadan Sunandar menambahkan, sudah seharusnya tiap instansi perguruan tinggi menyantuni kaum disabilitas.”Di kampus utama lebih sering ditemui dosen lanjut usia dibandingkan dengan mahasiswa yang disabilitas. Pihak rektorat khusunya akademik mengajukan fasilitas ini untuk meringankan beban para dosen pengajar untuk menempuh kelas,” jelasnya.

Trijunarto selaku kontraktor serta pengawas lapangan proyek, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tidak akan mengubah struktur bangunan lama. “Skema pembangunan yang telah ditetapkan oleh yayasan, dan hanya akan menambah struktur bangunan berupa platfom koridor untuk akses dari dan menuju lift.” Tri juga menjelaskan bila dilihat dari dimensi ukuran, lift mampu membawa maksimal sembilan orang dengan berat  maksimal 170 kg. 

Hingga saat ini, pengerjaan masih ditahap penggalian untuk menetapkan titik nol. Menurut Tri, setelah selesai dilanjutkan dengan tahap pemasangan fondasi lift kemudian pembangunan akses jalan ditiap lantai. “ Waktu empat bulan belum termasuk pemasangan lift, kira-kira 6 sampai 7 bulan baru bisa dipake” ujarnya pada Jumat (16/3). 

Abdul Syukur Ramadhan, Mahasiswa Fikom 2017 mengharapkan jika dirinya dapat merasakan fasilitas baru ini. Akan tetapi Abdul merasa bahwa tidak akan efektif bila dipergunakan oleh mahasiswa juga. “Jangankan dosen mahasiswa juga enggak suka naik tangga sampai lantai empat. Jika fungsi lift diprioritaskan buat orang yang lebih membutukan kaya,  dosen sepuh sih saya rasa tidak masalah, mahasiswa juga enggakan risih kalo gitu,” ungkapnya. (Abyan/JOB)