Ungkap Data: Masalah Parkir Unisba Berumur 15 Tahun

Tiga mahasiswa Unisba sedang mengobrol di samping area parkir Jalan Ranggagading No. 8, Kota Bandung pada Jumat (5/1/2018). (Meilda Amdza/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Meski Unisba memegang predikat akreditasi A – nasional maupun internasional – tak dapat menghasilkan resolusi permasalahan parkir yang konkret setiap tahunnya. Melalui survey Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unisba, fasilitias parkir selalu menduduki posisi tertinggi keluhan mahasiswa: periode 2015-2016 dengan angka 27 persen dan periode 2017-2018 dengan angka 30 persen.

Melalui sebuah jurnal penelitian berjudul Optimalisasi Fasilitas Parkir Unisba oleh Nugraha dkk (2019), dikatakan jika jumlah mahasiswa yang diterima dan jumlah lulusannya tidak sebanding. Alhasil, Unisba perlu meningkatkan pembangunan gedung perkantoran dan perkuliahan yang membuat sejumlah pelataran parkir beralih fungsi. Hal itu kemudian berbuntut pada penggunaan bahu jalan sebagai lahan parkir.

Penelitian di atas menggunakan metode Quality Function Deployment — sebuah metode untuk mentransformasikan kebutuhan dan keinginan konsumen ke dalam suatu rancangan produk yang memiliki persyaratan teknik dan karakteristik kualitas tertentu.

Kapasitas Parkir Melebihi Kapasitas yang Ideal

Dari hasil penelitian Nugraha dkk (2019:198), diungkapkan jika kapasitas parkir di Unisba Jalan Tamansari 1 melebihi kapasitas yang ideal. Melalui hasil rekapitulasi perhitungan kendaraan parkir selama enam hari dari Senin sampai Sabtu, ditemukan rata-rata jumlah motor di parkiran bawah (dekat masjid) sebanyak 1372 motor. Sedangkan melalui perhitungan penelitian, idealnya lahan parkir hanya cukup untuk 654 kendaraan saja. Artinya, terdapat 718 kendaraan yang berlebih di area tersebut.

Untuk parkiran atas (dekat Menwa), ditemukan rata-rata sebanyak 722 motor. Padahal, idealnya lahan tersebut hanya memuat kendaraan sebanyak 364 sepeda motor saja. Artinya, terdapat 376 kendaraan berlebih di area tersebut.

Selain parkiran motor, parkiran mobil di area parkir utama termasuk lapang voli, rata-rata sebanyak 155 mobil. Padahal, di area tersebut idealnya hanya menampung sebanyak 124 mobil saja. Artinya, terdapat kelebihan 31 mobil.

Penelitian ini juga melakukan perhitungan indeks parkir. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui jumlah persentase lahan yang disediakan dengan kendaraan yang parkir di lahan tersebut. Hasilnya, diperoleh jika lahan parkir untuk mobil dan motor di Jalan Tamansari 1 memiliki persentase yang melebihi 100 persen, yaitu sebesar 192 persen. Artinya lahan parkir mobil dan motor di Unisba, Jalan Tamansari 1 tidak dapat menampung kendaraan yang parkir.

Dari paparan di atas, Nugraha dkk mengungkap sejumlah perbaikan yang harus dilakukan oleh Unisba terkait parkir, di antaranya: tata letak parkir lebih diatur, memiliki fasilitas ticketing otomasi, perbanyak garis area parkir, adakan fasilitas parkir sepeda, penambahan petugas, pemasangan CCTV, penambahan penerangan untuk parkir, adakan parkir khusus difabilitas, adanya e-ticketing, pemberitahuan lahan parkir yang kosong melalui running text, penitipan helm gratis, pelayanan parkir 24 jam, standar keamanan menunjang dan pemasangan atap untuk parkir motor.

Penyebab Kemacetan Jalan Tamansari

Kurang idealnya lahan parkir, bahu jalan jadi pilihan. Kepala Prodi Perencanaan dan Wilayah Kota, Ina Helena Agustina menganggap jika Unisba telah menggunakan ruang publik masyarakat umum untuk parkir.

Aduan dari masyarakat juga terlayangkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Mereka merasa terganggu dengan kemacetan yang disebabkan banyaknya kendaraan roda dua yang terparkir di jalan. Alhasil sejumlah kendaraan kerapkali ditertibkan. Hal itu diungkapkan oleh Komandan Regu Tim Cepat Tanggap Toni Setiawan pada 2018 lalu. Selain itu, dikutip dari tahun yang sama, jabar.tribunnews.com merangkum empat jalan yang sempit akibat digunakan sebagai lahan parkir, dan jalan di sekitar Unisba adalah salah satunya.

Bahkan sejak 15 tahun silam, melalui sebuah penelitian berjudul Penentuan Kapasitas Lahan Parkir Optimal Dengan Memperhatikan Standar Kebutuhan Parkir di Universitas Islam Bandung yang dikarang Dewi Jubaedah (2005), dikatakan jika kurangnya lahan parkir telah menyebabkan kemacetan di sekitar jalan Tamansari. Sejak lama, penggunaan bahu jalan untuk parkir telah merampas kapasitas lebar jalan dan membuat lambatnya laju kendaraan yang melintas.

Reporter: Fadil Muhammad

Penulis: Fadil Muhammad

Editor: Febrian Hafizh Muchtamar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *