Tiga Kementrian Dievaluasi saat STP

Suasana pelaksanaan Sidang Tengah Periode (STP) Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU) di Gedung Student Center, Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung, pada Minggu (8/10). Pada hari kedua STP Kementrian Luar Negeri, Sosial Politik dan Agama dievaluasi oleh peserta. (Vigor M. Loematta/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Sidang Tengah Periode (STP) Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) yang digelar memasuki tahap evaluasi kementrian pada Sabtu (7/10). Kegiatan yang digelar di Student Center, Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung membahas kinerja Kementerian Luar Negeri, Sosial dan Politik, dan Agama.

Pada bahasannya, Kementerian Luar Negeri membeberkan program Forum Diskusi Mahasiswa Jawa Barat. Sebanyak 78 perwakilan kampus, diundang pada program yang dicanangkan terselenggara di Gedung Graha Bhayangkara, Kota Bandung itu. Namun, hanya dihadiri empat undangan.

Forum tersebut memakan biaya Rp 8.064.000 yang terlampir di Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Dana tersebut meliputi Rp 2.000.000 yang digunakan untuk menyewa gedung. Namun Menteri Luar Negeri, Mansur Angkotasan menyatakan gedung yang disewakan tidak dipungut biaya.

Di lain hal, Kementerian Agama menyatakan program yang tidak terlaksana yakni Islamic Fair 2017. Menurut Menteri Agama, Ikhlas Mauriza Hakim persiapan program Islamic Fair 2017 sudah mencapai 80 persen. Namun, program tersebut terpaksa dibatalkan sepihak oleh universitas, sebab Gedung Aula Unisba akan dipakai untuk Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB).

Terkait dana persiapan program Islamic Fair 2017 tidak tercantum di LPJ, Ikhlas menyatakan hal itu lantaran tidak terlaksananya program itu. Ia membeberkan dana untuk program tersebut sebesar Rp. 4.500.000 yang tersalur dari dana usaha dan pinjaman Bagian Kemahasiswaan.

Pelaksanaan Hari Pertama

Ketua DAMU Irfan Kafyama mengungkapkan, perserta sidang di hari pertama pada Jumat (6/10) cukup banyak. “Kalau saya lihat sekitar 30 persennya hadir dan ini cukup meningkat jika dibandingkan dengan tahun kemarin,” ungkapnya.

Berbeda, Staf Kemahasiswaan Hasyim Adnan berharap jika hari kedua dan ketiga STP bisa dihadiri peserta lebih dari malam tadi. “kita ber-khusnudzan saja, semoga esok peserta sidangnya lebih banyak.” Ia sempat mengungkapkan perihal acara tahunan Expo yang akan diselenggarkan oleh BEMU haruslah dievaluasi. Menurutnya Expo ini harusnya hadir tepat waktu agar bisa membantu UKM dan LKM dalam penggaetan anggota baru.

Namun, pembahasan hari pertama hanya sampai pleno I yakni tata tertib. Dalam sidang  beberapa pembahasan sempat membuat peserta berdebat panjang. Aturan mengenai peserta sidang dan larangan merokok membuat situasi sidang yang mulanya tenang menjadi ramai dengan pendapat.

Meski pembahasan baru sedikit, sidang harus dihentikan karena esok harinya SC akan digunakan untuk perkuliahan. Dalam keterangan, kemahasiswaan pun hanya mengizinkan agenda hingga pukul 22.30 WIB.

Sedangkan Muhram fauzi yang ditemui selepas acara mengaku sudah siap dalam agenda hari ini yang membahas program kerja BEMU. “LPJ sudah kami serahkan sebelum ini dan program kerja In Shaa Allah 70 persen sudah dilaksanakan,” tungkasnya. (Ressy R. Utari & Febrian/SM)