Tidak Ada Pengelola Khusus, Alasan e-Learning Masih Terkendala

Ketua Koordinator e-Learning, Abdul Kudus sedang menjelaskan perihal program e-Learning yang diterapkan di Unisba, saat ditemui di Ruangan LPPM Unisba, Jalan Purnawaman No. 63 pada Rabu (30/7/2019). (Fahriza Wiratama/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Program e-learning yang diterapkan di Unisba masih terkendala karena tidak adanya unit khusus yang mengelola. Ketua Koordintor e-Learning, Abdul Kudus menjelaskan program ini ditangani oleh Pusat Pengolahan Data (Puslahta) yang bertugas sebagai supporting server computer. “Puslahta sudah punya tugasnya sendiri, jadi tidak bisa seleluasa jika ada unitnya,” tuturnya saat ditemui di ruangannya pada Selasa (30/7).

Di Unisba sendiri program e-learning bersifat tambahan, dan biasanya digunakan untuk tugas dan pengayaan. Menurut Abdul Kudus, pengelolaan e-learning ini seharusnya dilakukan oleh unit khusus yang dapat merancang program, melatih dosen-dosen, dan menyiapkan semuanya untuk diberikan kepada mahasiswa, namun sejauh ini unitnya belum ada. ”Secara definitif unit yang khusus menangani e-learning belum ada,” ujar Abdul.

Program yang telah ada sejak 2006 ini masih terus berjalan dibawah Wakil Rektor I yang berkoordinasi dengan Badan Penjamin Mutu (BPM). Pelatihan-pelatihan pun dilakukan oleh tim e-Learning kepada dosen sejak 2016 agar setiap dosen dapat memperkaya proses perkuliahan dengan e-Learning.

Dosen Prodi Farmasi, Indra Topik Maulana telah menerapkan program e-learning dalam kegiatan mengajarnya. Menurutnya, masalah tersebut bukan sebuah kendala yang serius. Sampai saat ini, e-learning kini dirasa sangat efektif untuk dimanfaatakan dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar. “Dalam satu mata kuliah sebelum menggunakan e-learning tehitung dari 80 mahasiswa terdapat 24 sampai 32 mahasiswa yang tidak lulus, sedangkan setelah menggunakan e-learning hanya 8-10 orang.”

Dampak program pembelajaran e-Learning pun dirasakan oleh salah seorang mahasiswa jurusan farmasi, Muhammad Rifky Ramadhan. Menurutnya penggunaan e-learning cukup efektif karena fleksibelnya pengaturan jadwal dan waktu. “Waktunya fleksibel bisa kapan saja, dan langsung ada latihan soal yang bisa langsung dicoba,” ujar mahasiswa angkatan 2018.

Reporter: Laily Kurniawati & Fahriza Wiratama

Penulis: Laily Kurniawati

Editor: Ifsani Ehsan Fahrez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *