Terkait SK Rektor, Warek III Serahkan ke Fakultas

Suasana Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB) Fakultas Psikologi yang berkumpul di depan tangga batu, Jalan Tamansari No.1, Kota Bandung pada Kamis (14/9/2017). Surat keputusan rektor yang dikeluarkan pada 20 Juli 2017 menuai tanggapan dari dosen juga mahasiswa.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 20 Juli 2017 telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Rektor No. 116/M.05/SK/REK/VII/2017 tentang tor dan juknis ta’aruf serta PPMB  tahun akademik 2017/2018. Dalam SK tersebut, dijelaskan struktur organisasi, dekan sebagai penanggung jawab. Wadek I, Wadek II dan Ketua Prodi bertindak sebagai pengarah. Sedangkan Ketua, Sekretaris dan Bendahara dipegang oleh dosen.

Setelah dikeluarkannya SK tersebut, tidak semua fakultas melibatkan dosen dalam struktur organisasi kepanitiaan, salah satunya Fakultas Ilmu Komunikasi. Ketua Pelaksana PPMB Lala Nurfitria mengungkapkan, jika ingin mengeluarkan SK harus dengan penjelasan. Namun, ia mengaku tidak ada masalah jika ketuanya harus diganti dengan dosen.

“Karena saya dipilih sama dosen jadi saya hanya menjalankan tugas. Tidak masalah mau PPMB dipegang sama dosen atau pun mahasiswa. Kalau pun ada perubahan alangkah baiknya dengan penjelasan,” ungkap Lala saat ditemui di samping Aula Unisba pada Kamis (14/9).

Berbeda dengan Fikom, Ketua Pelaksana PPMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) diambil alih oleh Firly Firmansyah Sumpena sebagai dosen. Menurut Firly keterlibatan dosen harus ada, hanya saja tinggal diatur sejauh mana dosen harus terlibat dan menjaga supaya tidak menyimpang dari koridor.

Firly menambahkan, untuk teknis pelaksanaannya ia mempercayakan kegiatan kepada mahasiswa. Menurutnya apa yang dilakukan fakultas hanya menengahi kebijakan rektorat dan keinginan mahasiswa. “Di sini saya hanya memfasilitasi,” tegasnya.

Terkait hal tersebut Wakil Rektor III Asep Ramdhan Hidayat mengatakan, dari dulu peraturan memang sudah seperti itu. Struktur organisasi kepanitiaan telah ditetapkan oleh dekan sebagai penanggung jawab, dan disesuaikan dengan kebutuhan. “Artinya kita hanya memberikan koridor di sana, tapi tiap fakultas berbeda-beda,” tutupnya. (Gina Fatwati/SM)