Renovasi Ranggagading Sebabkan Efektivitas Perkuliahan Menurun

Suasana renovasi Gedung Ranggagading di Jalan Ranggagading No. 8, Kota Bandung pada Jumat (13/12/2019). (Dhea Anggieta/ SM).

Suaramahasiswa.info, Unisba – Kampus Unisba yang berlokasi di Jalan Ranggagading No. 8 kini tengah direnovasi. Namun dalam pelaksanaannya banyak menuai keluhan, baik dari mahasiswa maupun dosen. Hal tersebut diakibatkan proses pembangunannya bersamaan dengan kegiatan kuliah. Dimulai dari suara bising pembangunan, debu, hingga penutupan akses jalan, kerap menjadi kesulitan yang dihadapi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kasie Akademik, Iyan Bachtiar menjelaskan pihaknya telah memberikan saran dan upaya untuk mengatasi kurangnya efektivitas perkuliahan selama renovasi. Ia menuturkan, beberapa minggu lalu pihaknya sudah mencari tempat alternatif, terdapat lima kelas kosong untuk dakwah di Jalan Suci dekat STIE  Ekuitas “Kita sudah menawarkan ke dekan namun entah dosennya atau siapanya memilih bertahan, karena perpindahan Tamansari sudah gak mungkin,” tutur Iyan pada (13/12). Iyan berharap proses renovasi akan rampung di semester genap.

Meskipun ada upaya pemindahan kelas, namun mahasiswa menolak upaya tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Nurul Nahda mahasiswi Fakultas Hukum, Ia mengungkapkan lebih memilih bertahan di gedung Ranggagading. Menurutnya, selain karena jarak kelas pengganti dari tempat kosnya jauh, Ia juga merasa lebih nyaman dan sudah terbiasa dengan kegiatan perkuliahan disana. “Lokasi kelas sekarang pun, akses transportasi  dan penjual makanannya lebih mudah ditemui,” tutur mahasiswi angkatan 2019 itu.

Daffa Muhammad, Mahasiswa Fakultas Syariah 2016 turut bercerita bahwa dirinya merasakan dampak negatif dari pembangunan tersebut. Ia merasa kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif. “Pernah ada satu kejadian saat ada hujan turun, di atas  lagi renovasi, belum ditutup tuh setelah dibongkar betonnya. Bocor selantai ini, jadi komputer semua pada kena. Itu sih hal yang paling merepotkan selama pembangunan disini” tutur Daffa.

Hal serupa juga dirasakan oleh salah seorang dosen Fakultas Hukum, Ade Mahmud. Menurutnya, keluhan pasti ada namun tinggal bagaimana pembangunan bisa tetap berjalan tanpa menggangu proses perkuliahan. Ia berharap pihak Yayasan bisa mensiasati  bagaimana caranya agar kegiatan perkuliahan berjalan kondusif, sehingga hak-hak mahasiswa tidak terganggu dengan adanya proses renovasi.

Reporter: Nurhayati, Wahyu Nursinta, Dhea Anggieta

Penulis: Nurhayati & Wahyu Nursinta

Editor: Puspa Elissa Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *