Ranggagading Padat, Ruang Asisten Laboratorium Digunakan Ujian

Mahasiswa tengah belajar sebelum ujian dimulai di Ruang Asisten Lab pada Selasa (27/03). Sedikitnya ruangan di Ranggagading, akibatkan delapan belas orang Mahasiswa fakultas hukum mengerjakan Ujian di ruang Asisten Laboratorium. Diungkapkan oleh salah satu peserta yang menjalankan ujian disana Anggi Alamsyah, ruangannya terlalu sempit. (Ressy/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Sedikitnya ruangan di Ranggagading, akibatkan delapan belas orang mahasiswa fakultas hukum mengerjakan ujian di Ruang Asisten Lab. Hukum. Diungkapkan oleh salah satu peserta yang menjalankan ujian di sana, Anggi Alamsyah menilai ruangannya terlalu sempit. Ia menuturkan jika jarak peserta ujian sangatlah dekat.

“Ujian di ruangan itu tidaklah efektif. Saya harap ada penambahan ruangan di Ranggagading. Udah tahu mahasiswa banyak, ya tambahin ruangannya. Semoga mencerminkan akreditasinya,” ungkap Anggi, Mahasiswa Fakultas Hukum 2015, pada Selasa (27/03).

Keluhan pun diungkapkan oleh Wakil Dekan I Fakultas Hukum, Neni Ruhaeni mengatakan minimnya ruang menyebabkan kendala pengadaan ruangan untuk Wadek III mendatang. “Mulanya mahasiswa akan ditempatkan ujian di ruang Non Litigasi yang memungkinkan untuk ujian. Namun ruang tersebut dipakai untuk persiapan penyediaan ruangan Wadek III. April ini Wadek III sudah beroperasi jadi harus disegerakan,” terangnya saat ditemui di ruang panitia ujian.

Selain itu adanya tanggal merah menjadi salah satu alasan kurangnya ruangan ujian yang diungkapkan oleh Neni. Karena tidak memungkinkan untuk mengambil hari lain akhirnya panitia memutuskan untuk mencari ruangan yakni di Ruang Non Litigasi. “Saya gak tahu jadi dipindah ke Ruang Asisten Lab. Saya juga selaku Wadek I meminta maaf kepada mahasiswa. Kalau saya tahu mungkin akan dispilt jadi dua kelompok.”

Neni pun sempat mengungkapkan harapannya terkait perbaikan Gedung Ranggagading ini. “Perbaikan sangatlah diharapkan. Malahan kita mah pengen pindah. Saya mah kasian aja ke mahasiswa enggak ada ruang terbuka, kalau satu Gedung Ranggagading untuk fakultas hukum saja barulah cukup,” jelasnya. (Ressy/SM)