Polisi Masih Selidiki Tindak Kekerasan Terhadap Jurnalis

Foto dokumentasi Wakasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Suparma.

Suaramahasiswa.info, Bandung – Tindak represif aparat terhadap anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Muhammad Iqbal masih dalam proses penyelidikan. Dalam rangka mengawal proses ini, dilakukan aksi oleh Tim Advokasi Jurnalis Independen (TAJI) dan Kamisan mengenai kebebasan pers.

TAJI melakukan aksi dengan membawa gagasan stop kekerasan terhadap jurnalis dan warga sipil, pada  Jumat (13/4) lalu di Taman Vanda. Menurut Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ari Syahril, indeks kebebasan pers di Kota Bandung bernilai baik tetapi melihat kenyataan sekarang tidak.

Wakasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Suparma mengatakan laporan tersebut menyangkut UU Pers dan tindak kekerasan. “Melihat tindakannya, korban mengalami kekerasan tapi masih bisa beraktivitas, kemungkinan pelaku diancam Pasal 351 ayat (1) KUHP,” ujarnya di Kantor Polrestabes, Jalan Merdeka, Senin (23/4).

Selain itu, Suparma mengungkapkan proses visum korban dilakukan di rumah sakit yang tidak dinaungi kepolisian. Hal tersebut dilakukan agar tidak muncul prasangka adanya rekayasa. “Kami khawatir  nanti akan ada asumsi dan hal lainnya kalo dilakukan di rumah sakit polisi.”

Kepala Polrestabes Bandung, Hendro Prabowo pun menyatakan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengatakan akan melakukan proses hukum yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kepolisian. (Febrian & Indah/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *