Pemilu 2020 Sepi Pendaftar, DAMU Belum Dapat Solusi

Suasana sekreatariat Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU), Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung pada Selasa (4/2/2020). (Puspa Elissa Putri/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Mulai dibuka sejak Senin (13/1), pendaftaran calon Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presma Unisba ditutup pada Jumat (31/1). Meski telah dilangsungkan selama 18 hari, pendaftaran ini rupanya memberikan hasil yang nihil: tidak ada pasangan calon yang mendaftar.

Menanggapi kosongnya pendaftar, Ketua Badan Penyelenggara Pemilihan Umum (BPPU), Parhan Kamal Fadilah mengatakan telah melaksanakan beberapa rangkaian rapat untuk membahas permasalahan tersebut dan mendengarkan pandangan-pandangan dari para peserta rapat.

Ada tiga rangkaian rapat, yaitu Rapat Internal pada Sabtu (1/2), Rapat Koordinasi pada Senin (3/2), dan Rapat bersama BEMU pada Selasa (4/2). Pun menurut Parhan, rangkaian rapat ini masih akan dilanjut dengan Konsolidasi Akbar yang akan digelar pada Kamis (6/2).

Konsolidasi Akbar tersebut, akan dihadirkan seluruh jajaran Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang ada di Unisba: BEMU, DAMU, LKM, dan UKM. Dalam konsolidasi, akan disampaikan muatan-muatan rapat yang sebelumnya telah dibahas dalam tiga rangkaian rapat. Kemudian, konsolidasi juga akan menjadi penentu kebijakan Pemilu yang akan diambil selanjutnya.

“Saat ini belum ada keputusan akhir, apakah [pendaftaran] ini akan diperpanjang atau tidak,” ucap Parhan ketika ditemui di Sekretarian DAMU, Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung.

Perihal tidak adanya pendaftar, Komisi A DAMU, Fauziah Halimah mengatakan mungkin saja memang ada yang berminat untuk mendaftar. Namun terkendala persyaratan dan kesiapan karena setiap individu memiliki tingkat persiapan diri yang berbeda. Sehingga, sampai akhir waktu pendaftaran pun tidak ada pasangan yang melanjutkan diri ke tahap pendaftaran.

Pun, menurutnya DAMU tidak pernah memaksakan agar ada pasangan yang mendaftar, karena pihaknya hanya bersifat sebagai wadah saja dan sisanya dikembalikan lagi kepada setiap elemen yang ada di setiap fakultas.

“Kita berusaha untuk tabbayun saja kepada seluruh ormawa, baiknya seperti apa? ‘Kan sebetulnya ini adalah pesta demokrasi, pesta bersama gitu, bukan sebatas ajang teman-teman legislatif universitas yang mengadakan. Ini adalah pesta demokrasi yang harus dirasakan oleh seluruh ormawa, seluruh mahasiswa Unisba pada umumnya,” tutup Fauziah.

Reporter: Shella Mellinia Salsabila

Penulis: Shella Mellinia Salsabila

Editor: Puspa Elissa Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *