Parkiran Tak Kunjung Dibenahi, Mahasiswa Planologi Rencanakan Renovasi

Seorang mahasiswa berjalan di Parkiran Resimen Mahasiswa (Menwa) Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung pada Senin (22/7/2019). (Aryana Catur Rangga/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Beberapa Mahasiswa Teknik Planologi merencanakan program jangka panjang mengenai lahan parkir motor dan mobil di Unisba. Mahasiswa Teknik Planologi 2016, Cheptian Wahyu Prabowo mengatakan hal ini dilakukan karena banyak keluhan dari mahasiswa mengenai kurang nya lahan dan seringkali tidak di gubris oleh pihak yayasan.

“Pihak yayasan kurang memberdayakan potensi kampus jadi kita ada itikad baik untuk bikin rancangan lahan parkir,” ujarnya saat diwawancarai di depan Sekretariat Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi pada Senin (22/7).

Cheptian menuturkan bahwa rancangan yang dibuat adalah mengubah parkiran menwa dan parkiran masjid menjadi dua lantai atau di vertikalkan serta mengoptimalkan penggunaan parkiran Tamansari 24.. Namun, untuk rancangan lebih lanjut masih dikaji karena program ini merupakan garapan Ketua Himpunan Planologi 2017-2018, selain itu pihak planologi juga masih disibukkan dengan pergantian pengurus yang baru.

Kasie Sarana Prasana, Koko Heryadi menjelaskan bahwa ia belum mendengar terkait rencana pembangunan Teknik Planologi. Namun, ia menuturkan bahwa pernah ada wacana mengenai renovasi parkiran menwa akan menjadi tiga lantai tapi terkendala oleh sempadan bangunan (garis batas luar pengaman yang ditetapkan dalam mendirikan bangunan dan atau pagar yang ditarik pada jarak tertentu sejajar dengan jalan).

Ia juga menambahkan dengan adanya garis sempadan bangunan, maka resiko dalam pembangunan besar. “Tidak apa-apa dibangun namun ada resiko nya. Jika ada pelebaran jalan atau apapun itu bukan jadi tanggung jawab kita.”

Menanggapi pernyataan Koko, Cheptian hanya merekomendasikan kepada yayasan untuk menyelesaikan dahulu pembenahan kantin deret agar lahan parkir juga dapat diselesaikan, selain itu pembenahan juga berpengaruh kepada hak pejalan kaki.

Reporter: Tazkiya Fadhiilah & Aryana Catur Rangga

Penulis: Tazkiya Fadhiilah

Editor: Puteri Redha Patria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *