Pesta Demokrasi Pemilu Luar Negeri

Foto: Dokumentasi pribadi narasumber (Pemilu di Denmark)

Suaramahasiswa. Info, Mancanegara – Sebagai mana diketahui, Pemilihan Umum serentak diselenggarakan pada 17 April 2019 mendatang. Namun, berbeda dengan pemungutan suara di luar negeri yang dilaksanakan lebih awal dari pada Tanah Air. Sejak tanggal 8 hingga 14 April 2019, khususnya di luar negeri, Warga Negara Indonesia (WNI) dapat menggunakan hak suaranya.

Pesta demokrasi ini disambut baik oleh WNI yang merupakan bentuk penyaluran aspirasi masa depan bangsa Indonesia. Tak terkecuali bagi mahasiswa yang menjadi panitia penyelenggara di luar Indonesia.

Pemilu di Kopenhagen, Denmark

Di Denmark, pemungutan suara bagi WNI berpusat di Embassy Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kopenhagen, Sabtu (13/4).  Sebagai salah satu Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN), Rey Baskara, menyebut ratusan WNI telah menggunakan hak suaranya di negeri yang berpenduduk 5,749 juta ini.

“Di sini untuk WNI-nya ada 720 orang. Terdapat dua cara untuk memilih, ada yang melalui pos, ada yang langsung ke TPS. Rinciannya yang nyoblos lewat pos itu ada 570. Dan 150 pemilih terdaftar di TPS. Lewat pos dikarenakan tidak semua memiliki jangkauan, karena kan Kopenhagen ini dengan kota lainnya beda pulau. Alhamdulillah semua habis terpakai,” ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi 2015 tersebut.

Antusias WNI di Denmark begitu tinggi, Itulah yang dilihat Rey. Sehingga tidak ada permasalahan yang rumit saat Pemilu berlangsung. Antrian pun tidak menjalar, pasalnya proses pemilihan sudah dibuka sejak pukul 8 pagi hingga 6 sore hari. “permasalahan paling hanya pendataan saja. Selebihnya Ini kan negara maju. Masyarakat sudah berkembang, makin modern, jadi tidak terlalu banyak masalahnya,” ungkapnya saat dihubungi melalui Line.

“Pemilihan begitu dinikmati bagi WNI di sini.” Meski begitu, Ia menyarankan untuk kedepannya pemilihan dapat berlangsung serentak di luar negeri, untuk meminimalisir terjadinya masalah yang begitu kompleks terkait Pemilu.

Pemilu di Sabah, Malaysia

Sementara itu, di dataran Asia, pemungutan suara pemilu di Sabah, Malaysia berlangsung aman dan lancar. Menurut Fikran Aranda, jumlah partisipasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Sabah menjadi yang terbanyak di Malaysia. Antusias WNI sudah terbukti dengan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 140.878 jiwa. Perolehan presentase ini, kata Fikran, meningkat dari Pemilu sebelumnya, tahun 2014 silam.

Pemungutan suara untuk Kota Kinabalu, dilakukan di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dengan jumlahnya sebanyak 19 TPS. Selain itu di Sekolah Indonesia terdapat 7 TPS.

Fikran menjelaskan, PPLN di Malaysia terbagi menjadi tiga yaitu Kuala Lumpur, Kuching dan Kinabalu. “Jadi yang di Semenanjung dikumpulkan di Kuala Lumpur. Yang di Serawak dikumpulkan di Kuching. Yang di Sabbah di Kinabalu,” paparnya yang menjadi Panitia Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Selasa (15/4).

Selain itu, Fikran menyebut, dirinya tak menemui kejanggalan selama proses berlangsungnya pemungutan suara di Sabah, Malaysia. Fikran harap, pemilih, khususnya di luar negeri dapat lebih paham dan cerdas dalam memilih. Hal ini bertujuan agar pemilih tidak mudah ditipu ataupun diajak bekerja sama mencurangi Pemilu yang ada. Ia menambahkan, penghitungan suara di luar negeri akan sama-sama serentak dengan Indonesia pada 17 April 2019. 

Reporter: Fadhila Nur Rizky/SM

Penulis: Fadhila Nur Rizky/SM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *