Kuesioner Jadi Syarat UAS, 36,22 Persen Mahasiswa Belum Mengisi

Data persentase pengisian kuesioner tiap fakultas di Unisba per Jumat (22/12/2017). Ketua Monitoring dan Evaluasi Badan Penjamin Mutu (BPM) Yukha Sundaya menyebutkan rata-rata 63.78 persen jumlah pengisi kuesioner dari seluruh fakultas.

Suaramahasiswa.info, Unisba- Penutupan pengisian kuesioner telah dilakukan di berbagai fakultas yang diakhiri oleh Fakultas Ilmu Komunikasi pada Kamis (21/12). Ketua Monitoring dan Evaluasi Badan Penjamin Mutu (BPM) Unisba, Yukha Sundaya mengatakan pengisian kuesioner kembali di buka pada 24 Desember 2017 hingga 5 Januari 2018. Hal ini dilakukan karena masih banyak mahasiswa yang belum mengisi kuesioner. Sedang menurutnya hal ini menjadi salah satu syarat mengikuti UAS.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPM Unisba pada Jumat (22/12) sore, jumlah rata-rata kuesioner yang masuk dari seluruh mahasiswa unisba hanya 63.78 persennya. Persentase ini diadapat dari tingkat pengisian dari jumlah mata kuliah yang disediakan dengan jumlah mata kuliah yang diisi. Fakultas Kedokteran memiliki nilai Persentase tingkat pengisian terendah dengan nilai 4.47 persen, sedangkan Fakultas Psikologi memperoleh nilai terbesar yakni 93.57 persen.

Yukha mengatakan hasil kuesioner ini akan dijadikan bahan petimbangan penerapan kebijakan baru di Unisba. Menurut pemaparannya ‘Laporan Indeks Proses Pembelajaran’ yang dikeluarkan oleh BPM setiap tahunpun  diperoleh melalui kuesioner.

“Kuesioner ini juga berfungsi sebagai monitor dari kualitas pelayanan di Unisba. Namun, masih banyak mahasiswa yang tidak serius dalam pengisian. Setiap data yang masuk meskipun itu bohong atau pun sungguh-sungguh, tetap diolah sebagai bahan keputusan” tambahnya pada Jumat (22/12).

Meski Yukha menyadari bahwa mahasiswa masih belum serius dalam pengisian kuesioner. Namun, ia berharap pemikiran ini tidak bersifat masive ke seluruh mahasiswa. Ia pun mengatakan, BPM mengharapkan mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dengan mengisi kuisioner demi mengevaluasi proses pembelajaran, fasilitas kampus, dan pelayanan Universitas.

Tanggapan pun hadir dari mahasiswa Fakultas Syariah 2016, Daffa Naufaldi yang melihat jika kesadaran mahasiswa dalam pengisian kuesioner masih rendah. Menurutnya mahasiswa mengisi hanya sekedar formalitas sebagai syarat untuk mendapatkan kartu UAS. “Kita harus serius dalam mengevaluasi untuk menuntut fasilitas, agar kita mendapat fasilitas yang lebih baik,” ungkapnya. (Abyan/Job)