Kopi Akar Wangi, Kopinya Unisba

C. Eka Darma menunjukkan Kopi Akar Wangi yang diracik olehnya di Laboratorium Farmasi, Jalan Ranggagading, No. 8, Kota Bandung pada Jumat (8/12/2017). Eka mengatakan kopi ini hanya ada satu di dunia. (Vigor M. Loematta/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Program Studi (Prodi) Farmasi Unisba mengelurkan produk kopi, uniknya produk ini berbeda dari jenis lain yang sudah ada. Kopi Akar Wangi yang ternyata merupakan buah tangan khas dari Unisba tersebut. G. C. Eka Darma dosen yang meracik mengatakan, “ Kopi ini, The first and the only one, in the world,” ungkapnya pada Jumat (8/12/2017).

Rupanya kopi ini lahir justru dari ketidaksengajaan. Pengalaman Eka dalam membimbing Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Prodi Farmasi untuk mengolah tanaman Akar Wangi, membawa ia pada ide baru dalam meracik kopi. Mulanya Tim yang Eka bombing ini mencoba merubah tanaman Akar wangi di Desa Sukalaksana, Garut, yang menjadi lilin dan sabun mandi. PKM yang dikerjakan membuahkan hasil. Alih teknologi dari tim PKM ke warga pun berjalan mulus hinnga warga bisa mandiri memproduksi sabun mandi dan lilin.

Namun, harga minyak Akar Wangi yang menjadi bahan baku pembuatan sabun mandi dan lilin melonjak naik. Akibatnya biaya produksi pun meningkat. Pak Oban, Kepala Desa Sukalaksana memberi tahu kondisi tersebut pada Eka.

Melihat hal ini, Eka merasa harus membuat penemuan baru dengan biaya produksi yang lebih murah. Sampai akhirnya ia menemukan potensi lain dari akar wangi. Ia berpikir menyatukan kopi dengan sumber alam ini. “Saya pikir lucu juga kalau kopi dan akar wangi bisa bertemu dalam satu cangkir. Orang di sana sering ketemu kopi, sering ketemu akar wangi tapi ga kepikiran mereka bisa mengkombinasikan itu,” kisahnya.

Menurut Eka kopi ini punya khasiat sebagai relaksasi, juga anti bakteri. Demi mengeksplor lebih lanjut mengenai kemampuan kopi ini Eka tengah membimbing sejumlah mahasiswa untuk melanjutkan penelitian. Namun, khasiat lainnya belum bisa dipublikasikan karena proses risetnya masih berjalan.

Eka menyebut kopi ini merupakan genre baru yang disebut ‘Herb and Spicy Coffee’. Ia pun memberi nama kopi ini dengan Java Vetiver Coffee, disingkat Javecof. “Nah ini jadi varian kopi herbal dan rempah. Memang di situ lah ranahnya Farmasi karena ini punya khasiat juga sebagai jamu.” (Vigor M. Loematta/SM)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *