Kondusifitas Menurun, Beberapa UKM Mulai Kehilangan Eksistensi

Beberapa mahasiswa berdiskusi di ruangan sekretariat Unit Pengembangan Tilawatil Quran (UPTQ), English Learners Community (ELC) dan Arabic Courses, Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung, pada Selasa (27/8/2019). (Aryana Catur/SM)

Suaramahasiswa.Info, UnisbaSetelah resmi mendapatkan sekretariat pada Jumat (16/8), beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) justru tidak terdengar kabarnya. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) BEMU, Bijaktama Syahasal membenarkan hal tersebut dengan menjelaskan bahwa saat ini memang terdapat beberapa UKM yang mulai memudar eksistensinya. Sebutnya, Bahasa Arab, Unit Tenis Meja (UTM), serta English Learners Community (ELC) merupakan Ukm yang kini terbilang tidak aktif.

“Saya bahkan belum pernah melihat ‘batang hidungnya’. Untuk saat ini mereka memang lost komunikasi dengan kita [Mendagri],” tuturnya.

Sempat beredar rumor UKM Bahasa Arab tengah mengajukan permintaan pembubaran organisasi, ketika ditanyai tentang ini, Bijak mengaku belum mendengar kabar tersebut. Adapun tanggapannya selaku Mendagri, ia mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.

Bijak menjelaskan sesuai dengan aturan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT) Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU) BAB VI Pasal 41 Ayat 1 Poin b, pembubaran hanya dapat dilakukan bila UKM terkait terbukti dua kali tidak menghadiri kongres ormawa. Bila beralasan tidak ada kegiatan atau karena tidak memiliki anggota, solusinya bukan pembubaran melainkan pembinaan.

Beberapa pihak dari UKM pun memberikan penjelasan mengenai hal ini. Formatur ELC, Daulat Ilmi menjelaskan kondisi UKM nya yang kini tidak aktif. Jelasnya, sebelumnya ELC memang tengah dalam kondisi yang tidak baik, sehingga alumninya pun secara langsung menunjuk Ilmi sebagai ketua yang baru.

“Saat ini sedang direncanakan perombakan struktur organisasi yang baru, mengingat saat ini baru ada ketua dan wakilnya saja,” ucapnya.

Senada dengan ELC, anggota UTM, Wahyudi pun turut membenarkan organisasinya yang kini tidak aktif. Ketika tim Suara Mahasiswa menanyakan siapa yang saat ini menjabat sebagai ketua UTM, Wahyudi pun mengaku tidak mengetahuinya. Ia hanya menyebutkan bahwa ketua yang sebelumnya telah lulus dan lengser dari jabatannya.

Mengenai masalah ini, Wakil Rektor III menanggapi ia turut perihatin bila mahasiswa terutama organisasi mahasiswa (ormawa) itu sendiri tidak aktif dalam menyuarakan kegiatan serta eksistensinya. “Tapi aktif tidak aktifnya suatu ormawa, kita serahkan kembali ke organisasinya sendiri. Namun, tentunya nanti akan kita lakukan pembinaan kepada mereka.”

Reporter: Tazkiya Fadhiilah & Shella Mellinia

Penulis: Shella Mellinia

Editor: Puteri Redha Patria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *