Kisah Dibalik Hilangnya Mahasiswi Fakultas Kedokteran

Mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Qori latifah sedang memainkan telepon selulernya usai menceritakan kejadian yang sempat menimpa dirinya, di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung, Jalan Tamansari No 22, Kota Bandung pada Sabtu (29/7). Qori mengisahkan saat perjalannanya menuju kampus, ia bertemu seorang anak laki-laki berkaos cokelat yang menanyakan sebuah alamat, lalu disenggol oleh seseorang hingga tak sadarkan diri. (Intan Radhialloh/SM)

Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Qori Latifah, yang sempat menghilang pada Senin pagi (18/07) mengisahkan kronologis kejadian yang menimpanya. Pagi itu Qori akan mengikuti ujian akhir semester. Sebelumnya ia sempat berpamitan kepada teman satu kosnya untuk pergi kuliah.

“Waktu itu berangkat dari kosan jam 6, naik angkutan umum tapi di tengah perjalanan saya ketinggalan jas laboratorium. Jadi saya turun dan jalan ke kosan buat ambil jas,” ungkapnya.

Setelah mengambil jas laboratorium di kosannya, Qori kembali pergi menuju kampus dengan berjalan kaki. Tepat di pertigaan antara Jalan Wastukencana dan Tamansari, ia bertemu dengan seorang anak laki-laki berkaos cokelat dan celana jeans menanyakan alamat suatu tempat kepadanya. “Dia nunjukin kertas sambil tanya alamat dan saya bilang kalau lagi buru-buru tapi memaksa. Setelah itu dari arah belakang ada yang menabrak kayak nge-body dari situ saya enggak inget apa-apa,” ujar mahasiswi asal Cililin ini.

Menjelang magrib ia terbangun dari pingsannya di dalam rumah kosong berlantai dua di sebuah perumahan sekitar Kota Cirebon. Qori mengatakan saat terbangun ia telah kehilangan telepon genggam dan uang tunai sebesar dua ratus ribu rupiah, dengan perasaan gelisah Qori bergegas keluar serta mencari jalan besar untuk meminta bantuan.

“Dari rumah itu saya enggak liat sesuatu yang janggal kaya langsung sadar terus keluar. Jarak dari rumah kosong ke jalan raya cukup jauh, sampai di gerbang perumahan saya ketemu tukang becak. Waktu itu saya pinjam telepon seluler tukang becaknya buat nelfon ayah, terus dianterin ke Polres Cirebon Utara,” jelasnya.

Sesampai di Polres Cirebon, Qori dimintai keterangan mengenai kejadian yang telah menimpa dirinnya. Sekitar pukul 23.30 WIB keluarga beserta rekannya datang untuk menjemput. “ Polisinya sempat minta saya untuk menunjukan tempat kejadian, tapi keluarga khawatir penculiknnya masih mengincar. Saya juga masih dalam keadaan trauma,” jelasnya lagi.

Setelah kejadian tersebut pun Qori merasa menjadikan kejadian ini sebagai pengalaman bagi dirinya maupun mahasiswa lain, ia juga memberikan himbauan agar mahasiswa lain lebih berhati-hati agar tidak mengalami kejadian yang sama. “Diusahakan buat mahasiswa yang lain kalau berpergian jangan sendiri, terus saat lagi di jalan jangan kebanyakan main telepon seluler. Jangan bengong juga, mending banyak-banyak dzikir aja,” tuturnya. (Intan Radhialloh/SM)