Ketidakhadiran Pemateri Jadi Masalah Acara Pra-Temu BEMNus

Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNus) bermediasi terkait masalah acara yang bertemakan “Refleksi Kebangsaan Bangsa Indonesia Demi Indonesia Emas 2045” di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Kota Bandung. (Iqbal Yusra Karim/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Pra-temu Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNus) 2019 mengalami perubahan agenda. Rencananya, salah satu rangkaian acara bertemakan “Refleksi Kebangsaan Bangsa Indonesia Demi Indonesia Emas 2045” akan menghadirkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Haris Azhar (KonstraS), Oded M. Danial (Walikota Bandung), dan Natalius Pigai (Aktivis). Namun acara pun hanya dihadiri Natalius.

Acara yang digelar di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari No. 1 pada Senin (26/11) tersebut memunculkan polemik antara BEMU sebagai tuan rumah dengan anggota BEMNus lain. Peserta menyayangkan ketidakhadiran pemateri dan waktu yang mundur, padahal acara ini adalah hasil perundingan bersama.

Muh Yunus mengatakan pemateri yang hadir berbeda dengan proposal yang ia lihat. Ia meminta pemateri hendaklah diganti dengan yang handal juga. “Saya mewakili teman-teman dari Sulawesi Selatan, sekitar tujuh kampus di sana, berharap usahakanlah konsisten dengan bahasa yang di proposal,” ungkap mahasiswa Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.

Kemudian para peserta diajak mediasi di dapur Aula Unisba. Presiden Mahasiswa (Presma) Lutfi, menjelaskan pemateri yang membatalkan beberapa hari menjelang acara, akibatnya panitia mengalami kesulitan untuk mencari pemateri pengganti.

“Salah satunya Haris Azhar yang telah dipastikan untuk hadir. Namun dua hari menjelang acara, tidak bisa hadir,” ucapnya saat mediasi. Sedangkan Moeldoko, kata Lutfi, satu hari menjelang mengongkonfirmasi tidak bisa hadir.

Lutfi menerangkan narasumber nasional akan berhadapan dengan perubahan agenda yang cepat karena tamu skala nasional memiliki tanggung jawab lebih besar daripada narasumber daerah. 

Lewat pesan elektronik, Haris Azhar mengaku tidak bisa hadir karena lambatnya kordinasi dari panitia soal akomodasi. Ia telah memberikan waktu sampai Sabtu untuk mendapatkan kejelasan.

“Kalau yang Bandung tidak jelas, maka gue pesan tiketnya dari Surabaya langsung ke Jakarta. Maka dari itu gue kasih deadline sampai Sabtu. Sabtu enggak ada kabar, dan gue putuskan dari Surabaya langsung balik Jakarta,” kata Haris lewat pengakuan rekannya pada Selasa (26/11).

Ihwal kekecewaan peserta terhadap acara, Kordinator Pusat BEMNus, Hengky Primana memandang panitia telah bekerja keras untuk menghadirkan pemateri. “Enggak terlalu besar, sih. Saya rasa hanya kesalahpahaman, tapi udah dikomunikasikan kepada kawan-kawan peserta dan Alhamdulillah sudah kembali lancar lagi kegiatannya.”

Akhirnya acara tetap berlangsung dengan Natalius Pigai, Juri Ardiantoro sebagai pengganti Moeldoko, dan Willy Hanafi dari LBH Bandung sekitar pukul 13.00 WIB, yang harusnya pukul 08.00 WIB.

Reporter: Muhammad Sodiq, Puspa Elissa, Iqbal Yusra Karim

Penulis: Muhammad Sodiq

Editor: Febrian Hafizh Muchtamar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *