Kerap Dianggap Pasif Berorganisasi, Mahasiswa FK Gabung BEMU

Mahasiswa Fakultas Kedokteran 2016, Agung Rahmat Priwardana diwawancarai oleh Suara Mahasiswa di Jalan Tamansari No. 2 Bandung, pada Rabu (27/11/2019). (Fajar Ramadhan/SM)

 Suaramahasiswa.info, Unisba – Selain melakukan kegiatan belajar di kelas, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) juga dibebankan tugas presentasi, yang menghabiskan waktu selama tiga sampai empat jam hampir setiap harinya. Tak hanya itu, ada kegiatan laboratorium yang rutin dilakukan kurang lebih dua jam yang dibagi menjadi beberapa shift. Bahkan, di hari Minggu pun mereka tetap harus mempersiapkan bahan presentasi, hal tersebut dilakukan rutin setiap minggunya.

Faktor-faktor tersebut yang menjadi alasan mengapa mereka pasif berorganisasi di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) – Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM). Walaupun mereka tidak terlihat di tataran kegiatan kemahasiswaan Universitas, kenyataannya mereka aktif berorganisasi di dalam Fakultas Kedokteran (FK). Agung Rahmat Priwardana, mahasiswa FK bercerita bahwa di FK terdapat beberapa organisasi yaitu BEM-F, Aerva Medical Rescue dan Expedition, Center for Indonesia Medical Student Activies, Konfokal, Tim Khitan, dan berbagai  klub lainnya.

Stigma Mahasiswa FK Pasif juga dibantah oleh Agung yang kini masuk ke dalam periode Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) 2019. Selepas Sidang Tengah Periode (STP) Agung yang merupakan mahasiswa FK 2016 yang kini telah resmi menjabat di Kementerian Sosial dan Politik BEMU. Selain Agung, pada 2016 pun ada mahasiswa FK yang gabung kepengurusan BEMU.

Mahasiswa Kedokteran tersebut bercerita pada Suara Mahasiswa awal mula dirinya memutuskan untuk bergabung dengan BEMU, yaitu ingin menambah pengalaman dan relasi, “Kan kalo di FK cuma ketemunya sama temen-temen se-fakultas, jadi pengen nambah relasi sama fakultas lain,” ucapnya ketika ditemui di Lobi Fakultas Kedokteran, Jalan Tamansari No.2 pada Rabu (27/11).

Hal tersebut ditanggapi positif oleh Lenny Mahasiswa FK 2019. Menurutnya, bagus jika ada mahasiswa FK yang mau bersosialisasi dengan fakultas lain. Ia melihat dengan banyaknya kegiatan di fakultas mereka, masih ada mahasiswa yang dapat menyampatkan berorganisasi di ranah universitas.

Sependapat dengan Lenny, Salman Fachri Fadhlurrahman mahasiswa Fakultas Syariah 2018 mengatakan bahwa hal yang bagus karena keluar dari ruang lingkup kedokteran. “Kalau ada anak FK yang masuk BEMU ya bagus sih, jadi gak cuma di dalam lingkup kedokteran saja,” ucap Salman.

Dengan wajah tersenyum, Agung mengatakan bahwa ketika mengetahui dirinya masuk BEMU, banyak yang merasa ikut senang. Dirinya berujar jika Wakil Dekan (Wadek) III FK, Kemahasiswaan FK, dan juga BEM-F Kedokteran merasa bangga saat mengetahui keikutsertaannya dalam periode BEMU tahun ini.

Terakhir, Ia menambahkan jika banyak mahasiswa Kedokteran yang takut untuk berpartisipasi dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM) karena sering dipandang berbeda oleh mahasiswa fakultas lain. Ia berharap kedepannya agar mahasiswa dari fakultas lain tidak berpandangan berbeda terhadap mahasiswa kedokteran. Padahal mahasiswa kedokteran juga sudah mencoba bersikap terbuka terhadap mahasiswa fakultas lain.

Reporter: Dewi Ayu Safitri & Gina Hafiza

Penulis: Dewi Ayu Safitri, Gina Hafiza & Fajar Ramadhan

Editor: Puteri Redha Patria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *