Kedua Paslon Presma Lakukan Serangan Fajar Saat Pemilu

Serangan fajar yang dilakukan kedua belah pihak saat Pemilu, keduanya menganggap hal itu merupakan suatu hal yang wajar dalam berdemokrasi. (Vigor/SM)

Suaramahasiswa. Info, Unisba – Terhitung 4.844 mahasiswa telah menyumbangkan suaranya untuk memilih Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa Unisba. Pemilihan umum tersebut digelar selama tiga hari per tanggal 11-13 Desember 2017.

Pada Kamis (14/12) pukul satu dini hari nama Priyo Puji Laksno dan Putri Suci Haruni dengan nomor urut satu resmi keluar sebagai pemenang, mengalahkan pasangan nomor urut dua, yakni Mansur Angkotasan dan Aldo Yendicoal. Namun sebelumya di tengah pemilu, tim sukses keduanya melakukan serangan fajar kepada beberapa fakultas melalui Line dan Whatsapp. Dalam pesannya, tim sukses nomor satu menginstruksikan mahasiswa untuk memilih Priyo. Tak jauh berbeda, tim sukses nomor dua pun menginstruksikan untuk memilih Mansur.

Ditanyai perihal serangan fajar yang dilakukan timses masing-masing, Priyo maupun Mansur mewajarkan hal tersebut. Menurut Mansur dalam berdemokrasi hal seperti itu merupakan sesuatu yang lumrah. “Kita berdua punya ekspetasi untuk terpilih, kita enggak bisa menafikan itu karena kita punya rencana-rencana positif untuk Unisba,” ujar Mansur.

“Apapun yang Timses arahkan itu dijalankan saja sesuai dengan arahannya. Kemarin itu argumennya dikembalikan lagi ke mahasiswa tapi ketika ada di bilik suara terserah mereka (baca: mahasiswa) mau memilih yang mana,” ucap Priyo.

Ferry Darmawan selaku dosen komunikasi politik Fikom Unisba menganggap apa yang dilakukan kedua Timses tidaklah etis. Menurutnya meski hal tersebut diibaratkan ‘dagang’ oleh ketua Badan Penyelenggara Pemilu Umum (BPPU), serangan fajar tersebut tidaklah etis. “Itu namanya pemaksaan dan bisa dilaporkan ke Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU) selaku steering committee.” (Wulan/SM dan Denis/Job)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *