Kaleidoskop 2018: Polemik ala Kampus Biru

Kaleidoskop 2018. (Desain: Febrian/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Tahun 2018 menjadi tahun yang penting bagi Universitas Islam Bandung (Unisba). Sepanjang tahun tersebut, berbagai peristiwa terjadi dan mempengaruhi kegiatan birokrasi mahasiswa maupun jajaran rektorat. Suara Mahasiswa menurunkannya dalam format kaleidoskop 2018 berikut ini.

 

  1. DAMU Dianggap Patung dan Pergantian Ketua DAMU

Sebuah selembaran yang tidak diketahui tertempel ditujukan kepada jajaran Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU). Selembaran tertempel di mading kampus Unisba Jalan Tamansari No.1  pada Jumat (21/9). Selembaran bertuliskan ‘Damu!!! tak ada beda dengan patung, ada tapi tak guna’. Selembaran tersebut menuai tanggapan pihak DAMU.

Selepas peristiwa tersebut, DAMU lalu melaksanakan rapat koordinasi untuk klarifikasi dan evaluasi. Sejumlah perwakilan DAM-F serta LKM menjadi saksi dan memberikan tuntutannya kepada DAMU. Rapat koordinasi berlangsung dua kali dan berlanjut dengan rapat pleno internal. Pleno tersebut menghasilkan keputusan mundurnya Fauzul Azmi sebagai Ketua DAMU lalu digantikan oleh Ketua Komisi B, Rommel Rianto.

 

  1. Tertangkapnya Terduga Pencuri Helm

Hilangnya sejumlah helm mahasiswa di Unisba cukup meresahkan warga Unisba.  Petugas parkir Unisba beserta petugas keamanan Unisba pun diintruksikan untuk mengenali ciri-ciri terduga pelaku. Aksi terduga pelaku terekam kamera CCTV pukul 12.14 WIB, 28 Oktober.

Kemudian, pada 29 Oktober pukul 20.30 WIB, terduga kembali ke Unisba lalu dipergoki petugas parkir. Terduga pelaku pencurian helm kemudian diproses ke Polsek Bandung Wetan.

 

  1. Kawasan Bebas Asap Rokok (KBAR) Diberlakukan

Unisba menetapkan aturan mengenai Kawasan Bebas Asap Rokok (KBAR) pada 6 November berdasarkan Peraturan Rektor Unisba Nomor: 187/L.03/SK/Rek/X/2018. Dalam salah satu poin aturannya menimbang “bahwa masyarakat kampus Unisba, perlu dilindungi dari asap rokok yang dapat membahayakan kesehatan”.

Dalam menegaki aturan, Satuan Petugas (Satgas) pun dibentuk yang terdiri dari keamanan kampus, aktivis kampus, maupun unit-unit kegiatan kampus untuk memantau siapapun yang merokok. Namun diberlakukannya Satgas belum sepenuhnya efektif karena saat ini masih proses sosialisasi.

 

  1. Program Baru Kaderisasi Fakultas Hukum

Sistem baru pada Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB) di Unisba menimbulkan perdebatan. Gebrakan pun diusung oleh BEM Fakultas Hukum dengan membuat program baru dan mundur dari PPMB. Program tersebut dinamai Program Kaderisasi Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Hukum Unisba (Pokok Hukum).

 

  1. Penipuan Sejumlah Uang Pada Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba, Rifky Ariq menjadi korban penipuan pada 10 April. Kronologisnya, pelaku mengaku sebagai Rektor Unisba yang memberi pelatihan enterpreuneur di Jakarta terhadap Rifky. Rifky pun diminta uang sebesar Rp1.452.000 untuk akomodasi. Rifqy sadar ketika dirinya melakukan konfirmasi ke pihak rektorat. “Saat ingin mengkonfirmasi ke pihak rektorat, pelaku langsung menutup telpon.”

 

  1. Percobaan Merekam di Toilet Perempuan

Seorang laki-laki yang berstatus mahasiswa aktif Fakultas Hukum angkatan 2009 tertangkap melakukan percobaan merekam diam-diam menggunakan gawai di dalam toilet perempuan Kampus Unisba Ranggagading, 15 Oktober. Hal ini terungkap dari laporan seorang mahasiswi yang berinisial ZR. Awalnya ZR mengambil gawai tersebut dan melaporkannya ke dosen. Lalu pelaku mendatangi ZR dan dosen untuk mengambil kembali gawai miliknya dengan dalih tidak mengetahui bahwa gawainya ada di toilet. Akibatnya pelaku dihukum skorsing selama enam bulan.

 

  1. Penerapan Kelas Malam

Memasuki tahun ajaran 2017-2018, Unisba menerima 2.996 mahasiswa. Bertambahnya jumlah mahasiswa dirasa tidak sebanding dengan jumlah ruang kuliah. Untuk mengantisipasi hal itu, Unisba menerapkan kuliah malam hingga pukul 21.00 bagi beberapa fakultas.

  • Demonstrasi KBMU Terhadap Kebijakan Kelas Malam

Kebijakan kelas malam membuat Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU) menggelar aksi pada 14 September di depan Gedung Rektorat Unisba, Jalan Tamansari No. 20 sebagai bentuk menolak adanya kuliah malam.

  • Pernyataan Berbeda dari Rektorat

Jika sebelumnya terdapat pernyataan dari Iyan Bachtiar, yang mengatakan keberadaan kelas malam diberlakukan karena fasilitas kelas yang tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa, muncul pendapat berbeda dari Warek I, Harits Nu’man. Kata Harits, kelas malam masih merupakan opsi yang belum pasti diambil karena belum adanya perhitungan ril di lapangan.

Namun nyatanya beberapa fakultas telah merilis jadwal kuliah hingga malam hari, sebelum Warek I merilis pernyataannya. Beberapa fakultas tersebut ialah Fakultas Dakwah, Teknik Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, MIPA prodi Stastika dan Matematika. Jadwal ini dirilis sebelum pernyataan Warek I yang rilis di situs Kominpro Unisba.

 

  1. Aksi Mahasiswa di Milad Unisba ke-60

Unisba menggelar sidang terbuka senat dalam puncak miladnya yang ke-60 pada 17 September di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari No. 1. Acara tersebut mengundang Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dalam acara itu, JK menyampaikan sebuah orasi ilmiah. Selepas JK selesai, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unisba menyampaikan aspirasinya secara teatrikal dengan menutup mulut menggunakan isolasi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes karena tidak diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Aksi tersebut pun langsung dihadang oleh Pasukan Pengaman Presiden (Paspamres). Selain mahasiswa, awak media yang sedang mengabadikan kejadian tersebut juga dihadang oleh Paspampres dan Protokoler. Wakil Rektor III, Asep Ramdhan Hidayat mengatakan kejadian tersebut dirasa merugikan Unisba karena acara tersebut tidak berjalan semestinya. Menurut Asep, atas kejadian itu JK langsung pergi.

Seusai peristiwa tersebut, Presiden Mahasiswa, Priyo Puji Laksono dianggap sebagai pihak yang bertanggungjawab. Atas tindakannya itu, diperkirakan kegiatan BEMU tidak akan dibantu sepenuhnya oleh Kemahasiswaan.

 

  1. Tamansari 24

Pembangunan gedung baru Unisba di Jalan Tamansari No. 24 dianggap menjadi solusi padatnya parkir di Unisba. Lahan parkir menjadi masalah tanpa solusi beberapa tahun belakangan ini.

Sempat mengalami kendala perizinan sepanjang tahun 2017. Di tahun berikutnya, proses pembangunan mulai dilakukan. Walaupun pembangunan belum selesai sepenuhnya, pada 10 Desember basement parkir di gedung Tamansari 24 mulai digunakan.

Meski begitu, basement parkir dapat membahayakan pengguna parkir lantaran masih terdapat kendaraan pengangkut yang keluar dan masuk. Untuk meminimalisir hal itu, Unisba memasang klakson untuk memperingati pengguna area parkir ketika ada kendaraan yang keluar dan masuk. (Fadil Muhammad/SM)

 

Naskah dihimpun dari website Suara Mahasiswa sepanjang tahun 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *