Hasil Rakor, DAMU Beberkan Tiga Masalah BEMU

Suasana Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) di Gd. Ahmad Sadali, Jalan Tamansari No.1 Kota Bandung pada Minggu (30/7/2017). Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU)  dan Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor). Rakor membahas progresivitas, kinerja, dan evaluasi BEMU selama setengah periode.

Suaramahasiswa.info Unisba- Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU)  dan Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Sekretariat BEMU, Gd. Ahmad Sadali, Jalan Tamansari No.1, Kota Bandung pada Minggu (30/7). Ketua DAMU, Irfan Kafyama mengatakan dalam rakor membahas progresivitas, kinerja, dan evaluasi BEMU selama setengah periode.”Ada permasalahan juga di sistem regulasi BEMUnya sendiri,” ujarnya saat ditemui pada Senin (31/7).

Irfan menjelaskan saat rakor, pimpinan dan para Menteri di BEMU saling lempar tanggung jawab. Imbas hal tersebut, setiap kementrian terlambat menyelesaikan proposal untuk kegiatan. Proposal dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang di buat BEMU, sering kali rancu isinya. Ia mempertanyakan, tentang kesigapan BEMU dalam pemeriksaan dokumen tersebut. Hingga saat ini, baru 30-40 persen LPJ yang telah selesai.

“Kalau ada pihak BEMU datang ke sini (DAMU) minta pengesahan proposal khususnya pencairan dana ke Bagian Kemahasiswaan kita gak izinkan. Makanya, kita menuntut kepada BEMU untuk selesaikan seluruh LPJ, jika sudah selesai maka kita akan tanda tangan proposal berikutnya,” ucap mahasiswa Fakultas Psikologi 2013 tersebut.

Kata Irfan, memasuki awal Oktober, DAMU dan BEMU akan menghadapi Sidang Tengah Periode (STP). Ia menghimbau agar LPJ segera dirampungkan seminggu sebelum STP. Ia berharap saat acara tersebut langsung membahas esensi dari setiap program kerja. Irfan menambahkan, agenda ini akan dihadiri perwakilan dari setiap unit/lembaga kegiatan mahasiswa, jika masih ada kesalahan sistematika maka BEMU akan jadi bahan tertawaan mereka nantinya.

Kepala Departemen Eksternal BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Muhammad Athan Ziyad berkomentar, hal ini menghambat kegiatan BEM Fakultas. Sebabnya, pihak universitas tidak memberi izin, akibat LPJ BEMU yang belum selesai.”BEM Fakultas jika salah sedikit LPJ/Proposal langsung ditegur DAM Fakultas. Konyol kalau untuk tingkatan universitas jika tidak bisa selesai,” ucap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2015 tersebut. (Puteri Redha/SM)