BPPU kelelahan, Pencoblosan Ulang Ditolak

Proses diskusi mengenai empat belas suara hantu dalam hasil penghitungan suara hari ketiga pada Kamis (14/12/17). Diskusi ini dilakukan karena adanya empat belas suara hantu dari hasil penghitungan. Merasa tidak adil dengan hal itu, tim sukses nomer dua pun mengajukan pencoblosan ulang. pada perhitungan suara Priyo Puji Laksono dan Putri Suci Haruni menang mengalahkan Mansur Angkotasan dan Aldo Yendicoal dengan selisih 270 suara. (Ressy/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Tepat pukul satu dini hari pada Kamis (14/12/17) papan tulis perhitungan suara dalam Pemilu raya, mengeluarkan pasangan nomor satu sebagai pemenang. Priyo Puji Laksno dengan Putri Suci Haruni unggul 359 suara dari lawan politiknya, yakni Mansur Angkotasan dan Aldo Yendicoal. Setelah perhitungan selesai, tim sukses nomor urut dua menemukan empat belas suara hantu hingga lembar berita acara tertunda ditandatangani.

Sekitar empat puluh menit lamanya pengecekan ulang draft sampai adu pendapat kedua kubu dan penyelenggara acara sempat alot terjadi. Akhirnya Irfan Kafyama selaku ketua Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU) memutuskan untuk mempending acara hingga satu jam.

Adu argumentasi ini pun dilanjutkan setelah pending dicabut, terlihat puluhan orang mengisi akuarium, kala itu. M Sulaeman Basalamah Mahasiswa Fakultas Tarbiyah selaku Tim Sukses (Timses) dari nomer dua menjelaskan jika keadilan harus ditegakan. “Kami meminta Pemilu ulang,” ungkapnya. Ia mengatakan, dalam proses pelaksanaannya BPPU tidak mengizinkan perwakilan Timses berada di area clear, padahal menurutnya jika saja diperbolehkan itu bisa membantu BPPU juga dalam proses pengawasan.

Sedangkan Timses nomer satu melihatnya sebagai hal yang biasa. Riswan Alhusaeri Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis selaku Timses nomer satu mengatakan jika hal itu masih dalam batas wajar. “Di hari kedua hal serupa pun terjadi, tapi tidak menjadi masalah besar. Dan diselesaikan dengan cepat, maka kami mengikuti alur pemecahan permasalahan di hari sebelumnya yakni mengurangi suara dari kedua calon,” ungkapnya saat diwawancarai pada Kamis (14/12).

Hal ini ditanggapi oleh Timses nomer dua, yang merasa jika persetujuannya kala itu agar di hari selanjutnya tidak terjadi lagi. Namun hal tersebut terulang kembali, suara hantu yang mulanya hanya dua suara bertambah menjadi empat belas suara. “Kami mempertimbangkan prinsip one man one vote,” ungkap Sulaeman dalam diskusi.

Suasana di akuarium kala itu semakin memanas, proses diskusi pun hampir berujung pada baku hantam. Di  tengah situasi diskusi yang memanas, Irfan Kafyama yang saat itu duduk dikursi berdiri sambil membusungkan dadanya menghadap Sulaeman dengan suara keras berkata, “Ya terus solusinya apa?” Dengan suara yang tak kalah keras sulaeman menjawab “Kami menuntut keadilan!”

Beberapa teman yang berada di sekitar mereka menarik keduanya mundur, terlihat Irfan Kafiyama menghempaskan lengan temannya yang coba menghentikan perkelahian. Setelahnya, Arman selaku ketua Komisi A menendang barang hingga terdengar suara dentuman yang cukup keras di ruangan itu. Terdengar dari kerumunan timses nomer satu meminta diskusi sambil duduk agar diskusi kembali santai. Perkelahian fisik pun terelakan dan tensi kemarahan semua pihak kembali menurun.

Sepanjang diskusi timses nomer dua bersikuku untuk mengadakan pemilu ulang. Namun penyelenggara pemilu tak jua mengeluarkan kebijakan. Tanpa argumen yang rasional BPPU malah mengeluh kelelahan jika harus melaksanakan pencoblosan ulang. “Ya… kami kan manusia, coba dimengerti, kami lelah. Tadi sampai ada panitia yang pingsan lalu dipulangkan. Belum permasalahan akademik yang terganggu,” ungkap ketua DAMU.

Setelah alasan tersebut dengan terpaksa Timses nomer dua menyepakati jika tak perlu diadakan pemilu ulang. Sekitar pukul tiga, penandatanganan berita acara pun terjadi selama lima belas menit. Saksi kedua belah pihak sampai ketua DAMU tak banyak yang bicara, terlihat hanya tangan yang berbuat membuat goresan tanda dikertas itu. Agenda malam itupun selesai dengan proses berjabat tangan. Tak terlihat Paslon dan pasangan terpilih di sana, hingga jabat tangan antar keduanyapun tak nampak terjadi. (Ressy/SM)