Toleransi Berbeda Agama

Ahmad Taufik (sebelah kanan) menjadi salah satu narasumber dalam acara workshop BALAD (Bandung Lautan Damai) yang diselenggarakan di Student Centre Unisba (21/11). Workshop ini membahas mengenai instrumen dalam HAM dalam rangka perlindunga dalam keagamaan dan berkeyakinan. (Agam/SM)

suaramahasiswa.info, UNISBA- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) cabang Bandung bekerjasama dengan BEM Unisba, mengadakan workshop yang berjudul ‘Kebebasan Beragama dan Hak Asasi Manusia’, Jumat (21/11). Acara yang dilaksanakan di Student Center kampus Unisba mengarah kepada kampanye kreatif dan strategis kepada anak muda. Workshop ini merupakan rangkaian acara ‘Bandung Lautan Damai’ dimulai dari tanggal 2 November hingga penutupannya 22 November di Taman Film Bandung.

Pihak BEMU yang menjadi perantara antara LBH dengan masyarakat Unisba turut senang akan tawarah kerjasama ini. Konsep yang diinginkan adalah bagaimana kesadaran mahasiswa ini tentang kebangsaan dan agama. Fajar Siddiq Permana selaku mentri dalam negri dan sekaligus yang menangani acara ini beranggapan,  bahwa pesan kurang tersampaikan ke mahasiswa. “Yang saya lihat tadi antusias dari mahasiswanya sudah baik, namun sayang pesan yang ingin disampaikan kurang sampai ke mahasiswa,” ujarnya.

Antusias dari masyarakat Unisba yang turut mengundang BEM Fakultas, UKM serta LKM kampus, membuat sesi tanya jawab lebih meriah. Risdo Simangunsong selaku pengurus rangkaian acara merasa senang bisa mengadakan acara di dalam kampus untuk pertama kalinya dan mendapat dukungan dari Universitas. “Untuk tahun ini kita senang bisa mengadakan acara di kampus, dan semoga antusias tahun berikutnya akan lebih lagi,” tutupnya.
(Muthia/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *