Staffnya Double Job, Lembaga Fikom Kelabakan

Fakhrizatul Ulum Syifaul Khoer (paling kanan) selaku staff Sebudo BEM Fikom, sekaligus konselor PPMB 2014, sedang melakukan latihan yel-yel bersama kelompok David K Berlo di samping Pelataran, Jumat (19/9)  (Intan Silvia/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Padatnya kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB), membuat beberapa pengurus lembaga Fikom harus merelakan tenaganya terkuras. Hal ini disebabkan adanya double job, masing-masing di lembaga dan di kepanitiaan PPMB. Keluarga Mahasiswa Jurnalistik (KMJ) Unisba misalnya, salah satu staff mereka memiliki deadline di himpunan, serta di kepanitiaan PPMB, membuat fokus konsentrasi menyelesaikan tugas terpecah.

Koordinator Movie Lab KMJ Achmad Ridwan, yang juga menjadi konselor di PPMB Fikom, mengatakan sudah seharusnya setiap pihak bisa memprioritaskan satu pekerjaan terlebih dahulu. Dirinya pun mengaku adanya sedikit hambatan untuk program kerja yang sudah mendekati deadline. “Selain sedikit menghambat, kinerja kita juga tertahan. Sehingga tujuan untuk merealisasikan program dengan cepat akan tertunda,” paparnya saat di kontak suaramahasiswa.info Jumat (20/9)

Wakil ketua HIMA PR, Henry Pradana juga mengatakan bahwa dari adanya double job membuat koordinasi dan komunikasi terganggu. Ia menambahkan sedikitnya ada tujuh orang staff HIMA PR yang menjadi panitia di PPMB. Salah satu program yang persiapannya tertunda adalah “Wonderlist” lomba story telling Bahasa inggris untuk SMA. “Contohnya kalau lagi rapat, koordinatornya belum datang juga karena masih fokus di PPMB. Telatnya memberi kabar, membuat komunikasi tidak langsung nyampe ke saya,” tuturnya.

Kendati demikian, Henry menyadari bahwa para staf yang mengalami double job telah dewasa. Ia menginginkan adanya kesadaran tanggung jawab dan kefokusan untuk para anggotanya sendiri. “Mereka bisa atur-atur sendiri waktunya, semoga kedepannya biasa lebih fokus lagi dalam menjalani sesuatu,” pungkasnya (Intan Silvia/SM)