Penataan Baru, PKL Harus Bayar Uang Cicilan

Suaramahasiswa.info, Unisba – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) terlihat sibuk membenahi gerobak mereka yang baru, Rabu (21/8). Pemandangan ini sudah terlihat sejak Senin (19/8) lalu. Tataan kurang apik dengan tenda biru dulu, kini sudah berubah dengan adanya asbes pelindung hujan dan panas yang tertata rapih di sejajaran Jln.Tamansari No 1 Bandung. Gerobak baru yang diseragamkan pun ikut menghiasi wajah baru PKL pinggiran Unisba teesebut.

Pendanaan penataan ini sebelumnya ditalangi terlebih dahulu oleh M. Thaufiq S. Boesoirie, Rektor Unisba, serta Ibu-ibu Keluarga Besar (IKB) Unisba. Setiap lapaknya kira-kira sebesar Rp 7.200.000 yang kemudian dicicil oleh para PKL. Kosim, koordinator PKL di Unisba mengiakan hal tersebut, “Cicilan nganjuk roda (hutang gerobak, red-) sebesar Rp 300.000,- selama 2 tahun dan tidak ada sewa setelah 2 tahun terkecuali iuran perhari sebesar Rp 4.000,- untuk keamanan, kebersihan, dan air.” tutur Kosim yang berjualan Bubur.

Menurut Yusuf Sahroni, presiden mahasiswa, penggunaan uang sewa tersebut untuk membentuk paguyuban antara PKL dengan ibu-ibu Unisba yang akan membuat koperasi syariah. Namun, hal tersebut masih dalam perundingan, “hal ini masih dirundingkan karena mungkin belum terlalu mengetahui mengenai bentukannya seperti apa,” tuturnya.

Para PKL pun mengaku senang akan penataan PKL ini, “Dengan adanya pentataan ini memang bagus dan kita senang, walaupun ada ganjalan sedikit dalam pembayaran biaya yang timbul akibat pembangunan ini,” ungkap Eli salah satu PKL di Unisba. (Tiara Pascanoviera/SM)