P2TP2A Sosialisasikan KDRT pada Mahasiswa Bandung

Acara sosialisasi ini merupakan acara yang ditujukan untuk 200 peserta undangan yang merupakan perwakilan mahasiswa se-kota Bandung.

Acara diisi dengan diskusi panel oleh tiga pemateri yakni, Dra. Hj. Ani Rukmini, M.Ikom,  Dra. Hj. Yeni Huriyani, M.Ikom, dan Levy Olivia Nur, MT dengan moderator Dr. Dedeh Fardiah, dari divisi Informasi dan Dokumentasi P2TP2A yang juga merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba.

Selain itu juga hadir di awal acara, Istri Gubernur Jawa Barat, Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, M.Si selaku ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat dan memberi materi mengenai Gender dan fungsi keluarga.

Dalam acara tersebut dibahas mengenai penyebab terjadinya trafiking dan KDRT, diantaranya adalah lapangan pekerjaan dan tingkat pendidikan yang rendah, serta tingginya tingkat pernikahan usia dini.

Sosialisasi ini ditujukan untuk mahasiswa karena dipandang sebagai agen perubahan sehingga diharapkan mampu menjadi pelaku anti diskriminasi.

“Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelaku anti diskriminasi dan trafiking karena itulah sasaran sosialisasi ini para mahasiswa,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Sri Asmawati Kusuma Wardani saat membuka acara.

“Sosialisasi ini bagus buat sharing dengan mahasiswa lain supaya disosialisasikan lagi ke orang lain tentang trafficking, supaya orang lain tau dan lebih waspada,” ungkap Riani Nurmalasari, perwakilan dari Unisba.

Acara ini diakhiri dengan penandatangan komitmen yang mengenai apa yang akan dilakukan setelah mendapat sosialisasi dari P2TP2A ini oleh mahasiswa dari setiap perwakilan Universitas.

Sepuluh orang perwakilan dari Unisba memberi komitmen bahwa mereka akan mensosialisasikan hasil seminar di intern Unisba, mendekati korban trafficking secara psikologis dan tidak akan bersikap apatis terhadap hal-hal yang menyangkut Trafficking dan KDRT.