Mengenal Prodi Baru Fakultas Tarbiyah

Suaramahaiswa.info, UNISBA – Pada mulanya, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba hanya memiliki program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang harus diikuti oleh mahasiswa Tarbiyah sedari awal masuk kuliah. Namun, Fakultas Tarbiyah kini mempunyai program studi baru yang diresmikan pada 7 Mei 2013, yakni Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) sebagai pilihan bagi mahasiswa. Lulusan di prodi ini akan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).

Lahirnya prodi PG-PAUD dilatarbelakangi oleh kebutuhan, dimana semakin menjamurnya pendidikan-pendidikan pra-sekolah, seperti TK, Playgroup, TPA, Kober (Kelompok Bermain), dan sebagainya, namun tidak diimbangi dengan kualitas SDM yang memadai. Di Indonesia, hanya 2% guru-guru pendidikan pra sekolah yang murni lulusan prodi PG-PAUD.

Usia dini adalah Golden Age, yaitu waktu yang paling tepat untuk membentuk pribadi sang anak. Ibarat pohon, semakin dewasa maka akan semakin sulit untuk diluruskan. Maka dari itu, SDM yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam setiap pendidikan pra-sekolah. Bahkan, pemerintah menetapkan bahwa kini setiap guru pra-sekolah harus lulusan PG-PAUD, sehingga banyak guru-guru pra-sekolah yang kembali mengenyam pendidikan di bidang ini.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba Dedih Surana, menuturkan bahwa Fakultas sudah merekrut beberapa Dosen yang siap mengajar. “Target lulusan prodi PG-PAUD adalah membentuk pribadi yang memahami anak, mengetahui cara mendidik anak, dan menyertakan keislaman dalam pendidikannya.” Ujar pria berkumis tersebut.

Namun, mengingat waktu promosi yang sangat sempit, sedikit mahasiswa yang mengambil program studi ini. Total dari mereka 23 orang, terdiri dari 9 mahasiswa baru asal SLTA, dan 14 orang guru pra-sekolah yang mengejar prodi PG-PAUD. Jauh lebih sedikit ketimbang mahasiswa prodi PAI yang mencapai 57 orang dalam angkatan yang sama.

Meski mahasiswa yang memilih prodi ini masih sedikit, Hotmarina Jumiati, mahasiswa baru PG-PAUD menyatakan bahwa kelas tak pernah terasa sepi. “Enjoy, rame banget, di dalam kelas berasa 20 orang, selain itu lebih masuk juga pelajarannya,” ungkapnya sambil tertawa. Perempuan yang mengaku penyuka anak kecil itu berharap agar peminat PG-PAUD di angkatan berikutnya semakin bertambah. (M. Kahfi Jati/SM)