Perlu, Namun Jenuhnya P3M

Suaramahasiswa.info, Unisba – Banyak yang bisa didapat dalam Program Pengembangan Pribadi Muslim (P3M). Program yang memang hanya ada di Universitas Islam Bandung. Syifa Fauziah menganggap perlu adanya P3M,  “Perlu adanya P3M ini, disamping untuk mengenali diri sendiri, juga lebih mngenal kepribadian dan teman-teman baru,” ujar mahasiswa baru fakultas Psikologi ini.

Kendati menganggap perlu akan P3M, Syifa juga mengungkapkan rasa bosannya saat program tersebut dilaksanakan dikelas. “Cukup bikin jenuh juga banyak power poin, ngantuk meskipun diselilingi game, mungkin penyampaian informasi dirangkai lebih menarik lagi,” ungkapnya.

Berbeda dengan Syifa Fauziah mengenai kejenuhannya, Arman Mahasiswa Baru Teknik Industri menilai P3M tidak membosankan namun menyenangkan. “Menyenangkan tidak membosankan, masalah bosan atau tidak menurut saya tergantung orangnya, ketika orang memperhatikan dan ketika orang itu ingin mendapat ilmu tidak akan ngantuk, saya alhamdulillah ga ngantuk,” ungkap Arman.

Setelah selesai program P3M, mahasiswa akan dilepas ke fakultasnya masing-masing guna mengikuti Ta’aruf fakultas. Selain itu, mahasiswa pun harus mengikuti kegiatan Program Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB). Yusuf Sahroni pun mengharapkan saat PPMB fakultas nanti, kakak-kakak angkatan agar menjadi suri tauladan untuk adik angkatannya.

“Harapan untuk ta’aruf dan PPMB fakultas, kakak-kakak angkatan untuk menjadi suri tauladan ke adik angkatannya agar menjadi cerminan, dijaga tutur kata dan pakaiannnya,” harap Yusuf mengakhiri wawancara. (Adil Nursalam/SM).