Kapasitas Ruangan Terbatas, Mahasiswa Terpaksa Lesehan

Koko Heryadi tengah diwawancarai oleh Suara Mahasiswa di ruangannya, jalan Tamansari 24, pada Rabu (11/11). Ia mengaku kesulitan untuk tangani kekurangan kelas di Unisba. (Febi/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Membeludaknya mahasiswa di Unisba berdampak negatif pada kapasitas ruangan yang disediakan oleh universitas. Nyatanya, penambahan ruangan di gedung Pasca Sarjana tidak dapat menutupi hal itu. Parihat Kamil, dosen Fakultas Dakwah menuturkan, ia sempat melihat seorang dosen yang tengah mengajar dengan keadaan mahasiswanya penuh sesak. Akibatnya, mahasiswa harus rela duduk lesehan di lantai kelas, ditambah lagi dengan AC yang rusak.

Ketua Bagian Sarana dan Prasarana, Koko Heryadi meng-iyakan hal tersebut. Ia mengaku akan segera menangani jika ada pendingin ruangan yang rusak. Namun, untuk kelas yang sesak, pihaknya merasa kesulitan dan terhambat perizinan, jika harus menambah ruangan baru, atau untuk menambah lantai di kampus Ranggagading. “Kalau  mau di renovasi juga sayang, soalnya itu sewaan, nanti juga kita ganti seperti gedung kedokteran,” ucapnya.

Dibangunnya satu lantai ruangan di gedung pasca sarjana menurutnya, merupakan solusi dari keterbatasan kelas yang tersedia. Namun nyatanya, mahasiswa S1 masih tidak bisa menikmati fasiltas di bangunan tersebut, terbukti dari larangan mahasiswa S1 untuk menggunakan ruang tunggu dan lift. Ia mengomentari jika hal tersebut merupakan kebijakan dari managemen pihak S2. “Karena memang bangunan tersebut bukan buat S1 tapi karena keterbatasan kelas, kami bangunkan di sana,” urainya. (Wulan/SM)

2 tanggapan untuk “Kapasitas Ruangan Terbatas, Mahasiswa Terpaksa Lesehan

  • November 13, 2015 pada 2:33 pm
    Permalink

    sebaiknya unisba hijrah ke pinggiran kota,membangun kampus terpadu yang lengkap dgn rusunawa mhs;kampus yg tercecer di tamansari,ranngagading,hariangbang,palasari,hanya bikin jalannan sekitar macet dgn parkiran kend mhs; kufikir masih banyak tanah di sekitar stadion Jalakharuat Soreang,yg insyaaallaah dgn selesainya tol Soroja membuat akses kesana sangat mudah

    Balas
  • November 13, 2015 pada 2:33 pm
    Permalink

    sebaiknya unisba hijrah ke pinggiran kota,membangun kampus terpadu yang lengkap dgn rusunawa mhs;kampus yg tercecer di tamansari,ranngagading,hariangbang,palasari,hanya bikin jalannan sekitar macet dgn parkiran kend mhs; kufikir masih banyak tanah di sekitar stadion Jalakharuat Soreang,yg insyaaallaah dgn selesainya tol Soroja membuat akses kesana sangat mudah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *