Jangan Takut Menghadapi Ujian

Oleh: Muhammad Roby Iskandar

Seekor monster ganas yang siap menerkam kita baik saat terjaga ataupun terlelap. Begitulah khayalan kita, para mahasiswa, apabila mendengar kata Ujian Akhir Semester (UAS) yang sedang berlangsung di Unisba.

Unisba, SM – Kebanyakan mahasiswa merasa takut dan gelisah, bahkan seminggu sebelum ujian berlangsung. Terkadang saking berlebihannya, ada mahasiswa yang sengaja memilih berdiam diri di rumah dan merangkum materi kuliah selama satu semester menjadi satu lembar kertas kecil yang dipercaya mampu menolong; bagaikan jimat pelindung dan penolak bala. 

“Ketakutan itu wajar karena UAS menyangkut dengan nilai dan IPK. Bila IPK kita kecil tentu membuat jatah SKS yang dapat kita ambil sedikit pula,” tukas Wildan, mahasiswa Fakultas Hukum Unisba.

Setiap kali ujian, Unisba dengan getol mempromosikan gerakan anti mencontek melalui sarana spanduk di sudut lorong gedung perkuliahan. Bagi sebagian mahasiswa, spanduk-spanduk itu memicu rasa kengerian tersendiri sebelum memasuki ruang ujian. Tetapi, tidak semua mahasiswa merasakan hal yang sama lantaran sebagian lagi mengaku tidak bergantung dengan cara tersebut. Malah ada mahasiswa yang mengaku tetap santai meskipun melihat spanduk anti mencontek itu. “Santai aja sih, ini kan cuma sebagai pengingat agar kita lebih tertib aja. Selebihnya balik lagi ke diri kita sendiri,” tutur Dodi, mahasiswa Fakultas Teknik Unisba saat diwawancarai.

Banyak hal yang dapat meredam rasa ketakutan berlebih untuk kita dalam menghadapi UAS. Mulailah membaca catatan dan buku-buku yang berkaitan dengan materi ujian. Sebab, membaca materi perkuliahan akan meningkatkan rasa percaya diri untuk melahap habis pertanyaan-pertanyaan ujian. Sebagian dari mahasiswa malah tambah was-was saat membaca materi perkuliahan. Olahraga dan jalan-jalan ke tempat favorit  mampu menjadi alternatif penghilang rasa stress menghadapi UAS.

Dosen Fikom, Zulfebriges, mengatakan bahwa dalam psikologi, rasa takut yang tidak berlebihan adalah hal yang baik dan memberikan efek persiapan ujian yang lebih matang. Tapi, rasa ketakutan yang berlebihan dapat membuat memori ingatan mahasiswa menghilang. “Salah satu faktor pendukung rasa takut adalah percaya diri, percaya diri itu muncul dari belajar. Intinya. kalau ia belajar maka ia akan siap,” tambahnya, saat ditemui di Laboratorium Multimedia, Rabu sore (17/1).

“Inilah senjata paling ampuh untuk mengalahkan rasa takut. Keberanian adalah kualitas kita untuk terus berjuang.” Begitulah kutipan dalam buku Pergulatan Cinta dan Rasa Takut yang di tulis oleh Dan Baker dan Cameron Stauth. Jadi, sudah bukan saatnya lagi menganggap Ujian seperti hari kiamat, kawan!