Iyan Bachtiar: Jika Ingin Nilai A Lebih Baik Ikut Kelas Regular

Iyan Bachtiar selaku Kasie Akademik Unisba tengah menjelaskan alasan mengapa B menjadi nilai tertinggi saat remedial, saat ditemui oleh tim suara mahasiswa di bagian Akademik, lantai tiga, Rektorat Unisba, Kamis (6/8)

Suaramahasiswa.info, Unisba- Memasuki minggu pertama dibulan Agustus sejumlah mahasiswa Unisba tengah disibukan dengan kegiatan remedial. Perbaikan nilai yang diambil  oleh para mahasiswa ini bertujuan agar nilainya menjadi lebih baik. Namun hal tersebut banyak disayangkan karenakan batas nilai yang diberikan hanya sampai B.

Mariska Trihandayani merupakan salah satu mahasiswi yang menyayangkan hal tersebut. Menurutnya dengan membayar Rp 175.000 per SKS (Satuan Kredit Semester) dan hanya mendapat nilai maksimal B, kurang sepadan dengan yang diberikan fakultas. “Kalau dosenya mempunyai kredibilitas enggak masalah bayar segitu, tapi kalau dapet dosen yang sebaliknya dan nilainya segitu-gitu aja sih rugi,” tutur mahasiswi  2011 psikologi itu.

Sedangkan Ajie Satrio justru memilih untuk tidak mengikuti remedial, karena menurutnya hal tersebut sia-sia. Mahasiswa Akuntansi ini lebih memilih untuk pengambilan ulang mata kuliah dikelas reguler. “Dikelas regulerkan lebih murah  plus nilai kita bisa sampe A lagi,” ucapnya.

Menurut Iyan Bachtiar pada umumnya yang mengikuti remedial merupakan mahasiswa dengan nilai D atau E, maka batas nilai hanya sampai B. Ia juga menambahkan jika ingin mendapat nilai A lebih baik dikelas regular. “Kelas reguler tentu memberikan materi yang jauh lebih banyak, jadi pantas saja dapet nilai A kalau yang remedial kan waktu belajarnya singkat,” tutup Kasie Akademik Unisba tersebut. (Wulan/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *