Demonstrasi Berakhir Ricuh, Massa Aksi dibawa Ke Gedung Sate

Seorang massa aksi diseret masuk oleh polisi ke dalam area Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Kota Bandung, pada Kamis (12/1/2016). Salah seorang mahasiswa juga menghadang polisi untuk mendekati temannya, kejadian ini berawal dari pembubaran bakar ban yang dilakukan oleh pihak kepolisian. (Vigor M. Loematta/SM)

Suaramahasiswa.info, Bandung – Demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Kota Bandung pada Kamis (12/1) berakhir ricuh. Massa aksi yang menyebut diri mereka Aliansi Mahasiswa Bandung Raya melakukan aksi bakar ban yang kemudian diurai oleh sejumlah polisi yang keluar dari gedung sate. Kericuhan tak terhindarkan, empat orang mahasiswa asal Unisba ditarik masuk oleh polisi ke dalam gedung sate.

Komandan Lapangan aksi Muhram Fauzi mengatakan, sejak konsolidasi telah ditetapkan kegiatan ini adalah aksi damai. Menurutnya aksi pembakaran ban pun sudah direncanakan, dan diizinkan. Tetapi saat aksi berlangsung ia merasa aparat berlaku kejam kepada massa aksi untuk membubarkan mereka.

“Polisi pun telah memberikan izin. Namun, saat di lapangan mereka berusaha mematikan api, dari situ terjadinya chaos,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa yang ditarik, M. Rai Satria mengisahkan, saat ada polisi datang ia menghadang untuk mempertanyakan mengapa aksi dihentikan sepihak. “Aparat pun menyeret saya masuk lalu memukuli saya, diinjak kepala lah.” Tindak kekerasan terus berlanjut saat ia berada di dalam area gedung sate. Rai menjelaskan akan melakukan visum terkait tindakan yang dilakukan aparat.

“Setelah tadi evaluasi kita sepakat untuk melakukan visum. Lalu, akan mengajukan BAP dan melaporkan oknum polisi yang melakukan tindakan aparat,” paparnya.

Kapolrestabes Kota Bandung, Kombes Hendro Pandowo mengatakan, telah mengarahkan anggotanya untuk tidak melakukan tindakan represif. Ia menambahkan, bila ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh aparat dilatari oleh komunikasi di lapangan yang tidak klop. “Mahasiswa yang luka bisa diobati langsung atau dibawa ke rumah sakit. Mahasiswa bila ingin mengajukan BAP silahkan, kalau mau audiensi silahkan ke kantor saya,” tutupnya. (Vigor M. Loematta/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *